31 C
Kudus
Minggu, Juni 26, 2022
spot_img
BerandaPENDIDIKANPuluhan Calon Guru...

Puluhan Calon Guru Penggerak di Kudus Ikuti Lokakarya

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 76 calon guru penggerak di Kabupaten Kudus mengikuti kegiatan Lokakarya Orientasi Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5 di Hotel Griptha, Sabtu (21/05/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika (PPPPTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus.

Penanggung Jawab Program Guru Penggerak Kabupaten Kudus dari PPPPTK, Ratna Herawati menuturkan, kegiatan lokarya ini merupakan tahap selanjutnya yang harus dilakoni oleh calon guru penggerak yang lolos seleksi.

Puluhan calon guru penggerak di Kudus mengikuti kegiatan lokakarya. Foto: Kartika Wulandari.
- Ads Banner -

Baca juga : Ketemu Ganjar, Najelaa Shihab Bahas Peningkatan Guru dan Kualitas Pendidikan

Kegiatan lokakarya akan dilakukan selama 6 bulan ke depan sebagai syarat guru tersebut lolos sebagai guru penggerak.

“Jadi lokakarya ini istilahnya sebagai seleksi teknis yang harus diikuti oleh calon guru penggerak. Setelah lolon nanti maka akan mendapatkan sertifikasi guru penggerak,” ujarnya.

Adapun materi yang disampaikan pada lokarkarya hari ini, lanjut Hera, antara lain games perkenalan diri dan kesepakatan kelas, harapan dan kekhawatiran, perjalanan guru penggerak, posisi diri, rencana pengembangan diri, serta pengenalan portofolio digital.

Diharapkan, dengan terlaksananya lokakarya ini dan menciptakan guru penggerak di kabupaten bisa membawa dampak yang besar terhadap dunia pendidikan ke depan. Yang mana, guru penggerak ini ditargetkan sebagai pemimpin pembelajaran di komunitasnya, baik untuk para siswa maupun untuk guru lainnya.

“Jadi guru penggerak di sini tidak hanya menguasai materi pelajaran saja tapi akan menggerakkan siswa dan guru lain yang kurang produktif. Ending-nya, anak-anak akan ditanami dan tertanam 6 profil pelajar pancasila yang bakal dibutuhkan di masanya mendatang,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Kudus, Dian Fitayani, mengatakan, ada 110 guru di Kabupaten Kudus yang tercatat lolos sebagai calon guru penggerak. Adapun jumlah tersebut terdiri dari guru PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.

“Untuk yang ikut hari ini 76 guru, yang sisanya akan dijadwalkan nanti di angkatan 7,” tuturnya.

Dian Vitayani menjelaskan, guru di Kudus mempunyai antusias yang sangat tinggi untuk mendaftar menjadi guru penggerak.

“Antusias Guru di Kudus untuk menjadi guru penggerak sangat tinggi, hal itu di lihat antara jumlah target dan jumlah yang lolos. Target pusat itu hanya 62 tapi ternyata kita melebihi target, yang lolos jumlahnya 110. Hal ini bisa terjadi, diperkirakan karena kuota di daerah lain masih kosong, peminatnya masih sedikit, sehingga akhirnya kuotanya di kasihkan ke Kudus,” ungkapnya.

Baca juga : Kudus Bakal Ujicobakan Kurikulum Prototipe di 31 Sekolah

Secara rinci, untuk guru yang mengikuti pendaftaran guru penggerak, lanjut Dian, berasal dari semua lintas jenjang. Mulai dari PAUD terdisi 8 guru, SD 52 guru, SMP 22 guru, SMA 18 guru, SMK 10 guru, dan SLB 1 guru.

Pihaknya juga menyampaikan, sertifikat guru penggerak ini nantinya direncanakan akan menjadi salah satu langkah untuk mengangkat calon kepala sekolah. Menurut info dari Kementerian Pusat, seleksi dan diklat yang selama ini dijalankan untuk memilih kepala sekolah akan ditiadakan dan diganti lewat guru penggerak.

“Info dari Kementerian Pusat akan melihat bagaimana guru penggerak bisa menggerakkan komunitasnya, sehingga mereka dipandang siap sebagai calon kepala sekolah. Jadi ke depan akan diambil dari guru penggerak,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler