BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta penghapusan guru honorer harus dilakukan dengan tahapan yang jelas, termasuk mempertimbangkan persebaran tenaga pendidik karena kebutuhannya masih cukup tinggi.
“Jangan langsung karena kalau langsung dihapus, tenaganya kurang itu akan menyulitkan. Apalagi kalau kita bicara guru, itu kurangnya masih banyak, termasuk persebarannya,” kata Ganjar usai membuka Kongres ke-3 Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Sabtu (30/7/2022).
Ganjar menjelaskan, ada dua cara yang bisa dilakukan terkait hal itu. Pertama, pengurangan secara pelan-pelan dan bertahap. Kedua, mendorong penggunaan teknologi untuk menggantikan.
“Selama itu tidak bisa, ya kebutuhan itu masih ada,” tegas Ganjar.
Baca juga: 367 Guru di Kudus Terima SK PPPK, Hartopo: ‘Akan Selalu Ada Evaluasi Kinerja’
Persebaran tenaga pendidik saat ini masih kurang merata. Masih ada daerah yang kekurangan tenaga pendidik. Maka dari itu, penghapusan guru honorer juga harus mempertimbangkan hal itu.
“Kalau kita mau hitung (kebutuhan dan jumlah guru), kemudian disebarkan. Biasanya kalau mau disebarkan agak jauh harus negosiasi dulu dengan person-nya,” ungkap Ganjar.
Dalam Kongres PGSI, Ganjar meminta guru swasta memiliki program untuk mengantisipasi perkembangan zaman, khususnya mengenai transfer of knowledge dan transfer of value.
Namun dalam praktiknya, terutama guru honorer, menurut Ganjar masih dihadapkan dengan beberapa masalah. Di antaranya terkait kesejahteraan guru honorer di sekolah swasta. Makanya, Ganjar mendorong yayasan yang menaungi sekolah swasta untuk lebih memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidiknya.
“Banyak sekali (guru) swasta yang bagus tetapi pendapatannya belum bagus. Makanya tadi disampaikan kesejahteraan guru yang mendapatkan perhatian. Yayasan diminta untuk lebih perhatian, khususnya dalam manajerial dan kesejahteraannya. Ini menurut saya menjadi penting dan itu bida disubsidi silang sebenarnya,” ungkap Ganjar.
Baca juga: Puluhan Calon Guru Penggerak di Kudus Ikuti Lokakarya
Menurut Ganjar, sekolah swasta juga harus menyiapkan alternatif dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah, baik kurikulum, metode, maupun sumber daya harus dikelola sesuai perkembangan zaman. Sebab, hal itu akan bermanfaat untuk kesiapan pelajar ketika sudah lulus dari sekolah.
“Kelak kemudian itu tentu akan bisa bermanfaat bagi peserta didik. Mereka lulus kemudian lanjut ke perguruan tinggi, lulus kemudian mereka bekerja. Itu musti disiapkan dengan baik,” tutup Ganjar.
Editor: Ahmad Muhlisin

