BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria tampak sedang memasukkan satu demi satu bahan seblak ke dalam wajan yang sudah dipanaskan. Bahan-bahan tersebut seperti jamur, makaroni, mi, telur, dan sayuran kol. Setelah bahan dan bumbu dimasukkan, lalu pria tersebut mengaduk hingga menjadi matang dan siap disajikan.
Pria bernama lengkap Helmi Aghib Rizki (18), Pemilik Kedai Seblak Superhot itu mengatakan, usaha yang dimulainya sejak bulan Juni 2022 itu mendapat respon bagus dari pembeli sejak awal buka. Menurutnya, di tempatnya, pembeli bisa memesan tingkat kepedasan hingga yang super hot.

Baca juga: Usung Konsep Prasmanan, Kedai Seblak Ma’e di Jepara Ini Pelanggan Bisa Suka-suka Pilih Isiannya
Ia menjelaskan, di sana ia menyediakan kurang lebih 24 varian seblak antara seblak biasa dan juga seblak bertoping Korean. Di antaranya seperti seblak original, seblak jamur, seblak sosis, seblak bakso sapi, seblak ceker, seblak komplit, seblak fish ball, seblak kembang cumi, seblak chikuwa, seblak super spesial, dan lain sebagainya.
“Untuk harga, relatif terjangkau ya mas, mulai dari Rp 8 ribu sampai Rp 17 ribu. Untuk menu paling banyak dicari adalah seblak jamur dan seblak sosis,” rincinya di kedai yang berada di Jalan Kampus UMK, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Menurutnya, pelangganya rata-rata kalangan mahasiswa di Kudus. Ia pun menceritakan sekilas tentang kedai yang dirintisnya itu. Bermula ia yang punya keinginan bekerja di luar negeri, yakni Korea maupun Jepang, tidak disejutui oleh orang tuanya. Hal itu lantaran ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara yang diharapkan bekerja tidak jauh.
Baca juga: Enaknya Seblak Kuah ala Korea di Warunk Cikgu, Pedasnya Bikin Nagih
“Sebenarnya saya tidak mempunyai niatan untuk buka usaha ini, saya mau kuliah kalau saya dibuatkan usaha sendiri, agar bisa hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang tua terus. Sebab, saya sebenarnya ingin kerja di Korea maupun Jepang tapi tidak diperbolehkan,” tutur pria yang tercatat sebagai warga Desa Mangunjiwan, Demak.
Ia pun berharap, dengan usaha yang sudah berjalan itu, bisa memiliki lahan sendiri untuk membangun usaha yang lebih besar.
Editor: Kholistiono

