31 C
Kudus
Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaKUDUSJembatan Apung Setrokalangan...

Jembatan Apung Setrokalangan Diperkirakan Akan Dilewati Ribuan Buruh Rokok Setiap harinya

BETANEWS.ID, KUDUS – Jembatan apung saat ini sedang dibangun di Sungai Lusi sebagai penghubung antara Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak. Jembatan apung itu dibangun salah satunya untuk memgakomodasi ribuan buruh rokok Kabupaten Demak yang bekerja di Kudus agar mereka bisa memangkas jarak.

Perangkat Desa Kedungwaru Lor, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak yakni Sukron menyampaikan, bahwa jembatan apung yang berada di antara Desa Setrokalangan, Kudus dan Desa Kedungwaru Lor, Demak salah satunya memang untuk mengakomodasi ribuan buruh rokok. Sebab, setiap hari ada ribuan buruh rokok dari Demak yang hilir mudik ke Kudus.

“Ribuan itu hanya buruh rokoknya saja. Belum lagi nanti warga Demak lain yang ikut menyeberang. Mungkin juga ada warga Kudus yang ingin ke Demak bisa menyeberang lewat jembatan apung ini,” ujar Sukron kepada Betanews.id, ketika ditemui di lokasi pembuatan jembatan apung, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Jembatan Apung Dibangun di Sungai Lusi, Jadi Jalan Pintas Warga Demak dan Kudus

Menurut Sukron, jumlah buruh rokok di Kabupaten Demak yang bekerja di Kudus dan tinggal di desanya atau pun sekitarnya diketahuinya ketika ada bantuan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dari data tersebut diketahui, buruh rokok di Desa Kedungwaru Lor, Kecamatan Karanganyar, kurang lebih ada 600 orang.

Kemudian di Desa Tugu Lor, Kecamatan Karanganyar ada buruh rokok kurang lebih 450 orang. Di Desa Kotakan, Kecamatan Karanganyar terdapat kurang lebih 600 buruh rokok. Di Desa Kedungwaru Kidul ada 700 buruh rokok. Serta di Desa Gempolsongo, Kecamatan Mijen itu ada sekitar 100 buruh rokok.

“Memang yang buruh rokok di Desa Kedungwaru Kidul berangkat dan pulang kerjanya ke Kudus tak semua lewat jembatan sini, sekitar sepertiganya saja. Namun, tetap nantinya ada ribuan buruh rokok yang akan memilih berangkat atau pulang kerja dari pabriknya yang ada di Kudus melalui jembatan apung ini. Karena lebih hemat dan efisien waktu,” jelasnya.

Dia mengatakan, jembatan apung yang sedang dibangun ini sebagai pengganti alat penyeberangan sebelumnya. Yakni perahu eretan ketika musim hujan atau ketika debit air tinggi. Serta alat penyeberangan berupa jembatan sesek ketika musim kemarau.

Baca juga: Melihat dari Dekat Proses Pembangunan Jembatan Apung di Sungai Lusi Sepanjang 70 Meter

“Bedanya jembatan apung ini nantinya lebih praktis. Orang yang ingin menyeberang pakai motor bisa langsung melintas dan bisa seberangan,” ungkapnya.

Dia menuturkan, jembatan apung dibangun sepanjang 70 meter dengan lebar 2,5 meter. Pengapung menggunakan sekitar 95 drum. Sementara untuk jembatannya menggunakan bahan kayu mahoni.

“Tenaga yang mengerjakan didatangkan langsung dari Kabupaten Brebes. Sebab m mereka memang sudah ahli dalam pengerjaan jembatan apung,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
100,000PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler