31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Cerita Tri Rintis Usaha Pempek di Jepara, Berawal dari Himpitan Ekonomi saat Pandemi Covid-19

BETANEWS.ID, JEPARA – Tri Wahyu Handayani yang dibantu karyawannya terlihat sibuk membuat pesanan pelanggan. Siang itu, warungnya ramai didatangi pengunjung yang ingin menikmati Pempek khas Palembang. Warung tersebut berada di Jalan Raya Mayong-Pancur, Desa Jebol RW 1, Kecamatan Mayong, Jepara.

Ketika ditemui, Tri begitu ia dipanggil bersedia berbagi informasi tentang usahanya itu. Usaha kuliner berupa pempek khas Palembang itu dibukanya sejak 2020 lalu. Sebelumnya, ia hanya membuat pempek saat ada permintaan atau pesanan dari tetangga dan keluarga.

Kedai Pempek Handayani di Mayong, Jepara. Foto: Erna Safitri.

Baca juga: Woowi Kopi Jadi Jujugan Pecinta Pempek Palembang di Kudus

-Advertisement-

Namun saat pandemi, sang suami berhenti bekerja karena perusahaan tempat suaminya bekerja di Jakarta terdampak Covid-19. Dengan kondisi tersebut, ia dituntut pula untuk bisa mencukupi kebutuhan harian dan biaya sekolah ketiga anaknya.

Tekanan tersebutlah yang membuat ia dan anaknya bersama-sama untuk mencari tambahan penghasilan yaitu dengan berjualan pempek. Ia menjual pempek melalui sosial media dengan sistem pre-order.

“Karena kebentur suami gak kerja, bayar kuliah anak-anak, mau gak mau akhirnya cari penghasilan lain. Lalu anak kedua saya inisiatif untuk bikin PO pempek lalu di COD-kan,” jelasnya, Sabtu (26/11/2022).

Tidak disangka, ia mendapat respon positif dengan banyaknya pesanan yang membanjiri. Pesanan pempek tersebut datang tak hanya dari Jepara melainkan dari Kudus. Dalam sekali open order, Tri bisa mendapat pesanan hingga 300 porsi.

“Ternyata banyak yang pesan, dari Jepara Kota, Kudus. Kadang anak saya pas harus ke kampus juga sering dapat pesanan Demak dan Semarang. Dulu ratusan, bisa 300-500 porsi sekali buka PO,” bebernya.

Tri mengaku sebelumnya di tahun 2003 ia juga sempat membuka outlet pempek di salah satu mall di Kudus, namun hanya bertahan tiga bulan. Lalu dalam kesehariannya, Tri mengurus warung sembako sekaligus menjadi ibu rumah tangga.

Masih kata Tri, karena banyak permintaan pelanggan yang ingin makan di tempat, tiga bulan kemudian ia memutuskan membuka warung pempek. Lokasi warung juga dipilih Tri yang dekat dengan rumahnya agar mudah dalam pengawasan.

Baca juga: Terkenal Enak, Pempek Palembang Umi Ini Bisa Jual Hingga 150 Porsi Sehari

Kini, warung pempek miliknya selalu ramai oleh pelanggan. Ia juga kerap kebanjiran pesanan untuk acara tertentu. Tdi juga mengaku sekurangnya 20 porsi pempek terjual setiap harinya.

“Harapannya semoga lancar, ramai, banyak peminatnya. Dan semoga kita dari Palembang bisa memperkenalkan ciri khas makanan Palembang dan bisa diterima semua Kalangan,” tandasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER