31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKISAHKisah Darwati, Sosok...

Kisah Darwati, Sosok Perempuan Nelayan Tangguh dari Tambak Polo Demak

BETANEWS.ID, DEMAK – Perempuan itu tampak memilih beberapa rajungan yang telah dibekukan di dalam kotak yang berisi es batu. Rajungan yang dipilih itu, kemudian ia bersihkan dan dimasak menjadi hidangan yang lezat.

Perempuan tersebut adalah Siti Darwati (39), nelayan perempuan di Dukuh Tambakpolo, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Ia pun menceritakan bagaimana awalnya menjadi nelayan.

Darwati menyebut, memutuskan menjadi nelayan setelah menikah. Hal itu ia lakukan, lantaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menghidupi keluarganya.

Beberapa perahu nelayan di Tambak Polo, Demak yang sedang bersandar. Foto: Sekarwati.
- Ads Banner -

Baca juga: Nikmatnya Menyantap Rajungan Saus Merah Nan Lezat Khas Tambak Polo Demak

“Setiap hari saya pergi ke laut bareng dengan suami. Suami yang bagian hidupkan mesin karena kan berat, nanti gantian saya mengemudi, suami yang nyebar jaring,” katanya pada Betanews.id, Kamis (27/10/2022).

Sebagai perempuan yang melakoni pekerjaan sebagai nelayan, menurutnya tidak lah mudah. Minimnya pengakuan bahwa seorang perempuan mampu menjadi nelayan berimbas pada Darwati. Ia bahkan sempat diejek lantaran mengikuti suaminya pergi mencari rajungan ke laut.

“Saya melaut sudah ada sepuluh tahun. Dulu malu, karena diejek orang, hanya karena saya perempuan. Katanya perempuan kok melaut, mau diajak kerja keras seperti itu Jadi pas awal-awalan ke laut itu harus ngumpet dulu, biar tidak diejek. Kalau sekarang kan tidak, mereka sudah tahu di Tambakpolo itu ada nelayan perempuan,” imbuhnya.

Setiap hari, Darwati dan suaminya Wowi pergi ke laut mulai pukul 2.00 pagi. Mengandalkan gillnet atau jaring, biasanya ia bisa mendapatkan sekitar 5 kilogram sampai 2 kuintal rajungan dan ikan.

“Kalau pas berangkat itu, dari jam 2.00 bareng bapak itu ke Tanjung Emas. Itu yang paling jauh, sampai sana Subuh jam 4.00. Balik ke rumah paling bisa jam 10 pagi. Tapi tergantung, semisal carinya di dekat-dekat Makam Syekh Mudzakir ya gak sampai 3 jam,” ujarnya.

Selain rajungan, dari hasil melaut, Darwati juga mendapatkan ikan patin dan lobster. Rajungan yang terkumpul, nantinya ia rebus dan disetorkan kepada pengupas untuk dijual kembali.

Baca juga: Kisah Mak Jah, Bertahan Hidup di Tengah Laut Meski Tak Lagi Punya Tetangga (1/6)

“Rajungan yang asli dari tangkapan warga Tambak Polo itu pakai gillnet, jadi terkenal dengan kualitas ekspornya dan rasanya manis,” terangnya.

Tidak hanya itu, Darwati juga menjual olahan rajungan saus merah yang nikmat. Untuk satu porsinya berisi 6-7 rajungan dijual dengan harga Rp100 ribu. Kini pelanggannya kebanyakan dari kalangan pegawai bank di Demak.

“Aslinya malah tidak kepikiran, justru mulanya dari teman saya yang minta dibuatkan rajungan saus merah, terus dia suka dan disarankan untuk dijual. Bermula dari satu orang terus yang lain cicipi, lalu pada suka,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler