31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaKUDUSEkonomi Kreatif Ikut...

Ekonomi Kreatif Ikut Meriahkan Gelaran Porsadin VI Tingkat Jateng di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Pekan Olahraga dan Seni antar Diniyah (Porsadin) tingkat Jawa Tengah yang digelar di Kabupaten Kudus resmi dibuka Kamis (3/11/2022) Malam. Gelaran untuk mengembangkan bakat dan potensi para santri tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Kudus HM Hartopo.

Perhelatan Porsadin VI tingkat Jawa Tengah di Kudus itu diikuti ribuan santri dari berbagai daerah. Yang menarik, gelaran tersebut dimeriahkan juga stand-stand produk ekonomi kreatif Kabupaten Kudus.

Ekonomi kreatif Kudus saat ikut memeriahkan gelaran Porsadin VI. Foto: Rabu Sipan

Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kudus Valerie Yudistira Pramudya mengatakan, dalam gelaran itu, pihaknya membuka tiga stan selama tioga hari yang memamerkan 30 produk. Produk itu adalah kopi Muria, beberapa olahan camilan khas Kudus, produk fashion, peci goni, kerajinan bambu, tas kreasi, art work, dan media.

- Ads Banner -

Baca juga: Ribuan Santri se-Jateng Adu Kemampuan Dalam Ajang Porsadin

“Sebagai pendukung, kami juga memamerkan produk hasil bumi khas Kudus, antara lain, pisang byar, alpukat Japan, dan parijoto. Di sini kami ingin memberi kesan kepada pengunjung bahwa pertanian di Gunung Muria itu sangat punya potensi dan maju,” bebernya.

Owner Sidji Coffee itu menjelaskan, Ekraf Kudus adalah sebuah organisasi yang dibentuk untuk mewadahi dan memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif agar bisa lebih maju dan berkembang. Tagline dari kelompok ini adalah Ekraf Kudus Terus Tumbuh Jadi.

“Kami ingin Kudus yang juga dikenal sebagai kota industri ini juga mampu berperan dalam memajukan sektor ekonomi kreatif. Harapannya dengan ikut memeriahkan Porsadin VI ini, produk ekonomi kreatif Kudus bisa makin dikenal masyarakat Kudus dan lebih luas lagi dikenal di tingkat Provinsi atau bahkan tingkat Nasional,” imbuhnya.

Dia mengatakan, untuk memajukan ekonomi kreatif Kudus pihaknya akan berkolaborasi dengan para pelaku usaha atau pun para petani. Pelaku usaha, misal bordir akan didorong untuk dikreasikan dalam bentuk tas atau produk fashion lainnya. Begitu juga produk pertanian seperti parijoto dan kopi Muria agar diolah menjadi produk, baru kemudian dipasarkan.

“Sehingga, produk-produk tersebut jadi punya nilai jual lebih,” tegas Valerie.

Baca juga: Dongkrak Penjualan, Pelaku UMKM di Kudus Diberi Pelatihan Branding Produk

Untuk meningkatkan ekonomi kreatif, pihaknya juga akan melakukan studi banding ke Solo dan Semarang. Sebab menurutnya, dua daerah itu mempunyai ekonomi kreatif yang sudah maju sejak dulu.

Dia berharap, ke depan Ekraf selalu dilibatkan dalam event-event besar maupun kecil yang diselenggarakan di Kudus atau pun di daerah lain. Sehingga nantinya, ekonomi kreatif Kudus makin dikenal dan diminati.

“Dengan begitu, akan mematik semangat teman-teman yang berkecimpung di dunia ekonomi kreatif untuk lebih semangat berkreasi,” harap Valerie mengakhiri.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler