31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaKISAHCerita Helma Rintis...

Cerita Helma Rintis Komunitas Ecoprint Kudus untuk Berdayakan Ibu Rumah Tangga

BETANEWS.ID, KUDUS – Helma Susanti tampak aktif melatih para ibu Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus untuk membuat ecoprint. Setiap gerakan yang ia peragakan, diikuti dengan baik oleh mereka. Sesekali, ia melihat hasil penempelan daun, dan kemudian membenarkannya jika kurang sesuai.

Di pelatihan yang bertempat di SDN 2 Japan itu, ia mengajari mereka membuat totebag untuk souvenir para wisatawan yang berkunjung ke Muria. Oleh-oleh khas itu didukung dengan penggunaan bahan baku dedaunan yang diambil dari Gunung Muria.

Di tangan wanita yang jadi Ketua Komunitas Ecoprint Kudus itulah para ibu rumah tangga kini punya penghasilan lain dari membuat ecoprint. Helma memulai terjun ke dunia ecoprint sejak awal pandemi 2020. Waktu itu, Ia aktif mengikuti pelatihan online dan mengembangkan usaha galeri Godong Salam.

- Ads Banner -

Baca juga: Produk Ecoprint Godong Salam yang Penjualannya Tembus Pasar Luar Negeri

“Sebenarnya sebelum terjun ke ecoprint itu punya usaha HNF Colection souvernir dan craft, tapi di lain itu kan saya punya PJ Katiga tapi ada pandemi, sehingga tidak bisa pelatihan harus online. Akhirnya mandek di rumah terus fokus usaha dan kenal ecoprint ini,” katanya, Senin (21/11/2022).

Melihat trend fashion ecoprint yang sedang naik, Helma kemudian mengajukan pelatihan ke beberapa dinas. Berkat usahanya itu, ia kini punya komunitas ecoprint Kudus yang telah memiliki 35 anggota.

“Saya dapat ilmu ecoprint itu dari teman saya asal Bekasi, terus saya ikut pelatihan secara pribadi lalu maju ke dinas UMKM untuk meminta pelatihan. Alhamdulilah disetujui,” imbuhnya.

Membuat Komunitas Ecoprint Kudus bukan tanpa alasan. Wanita yang tinggal di Perumahan Salam Residence blok A nomor 36 itu ingin memunculkan potensi seni ecoprint di Kudus.

Baca juga: Melihat Keunikan Batik Ecoprint dari Perajin Batik Unix Kudus

“Biasanya setelah pelatihan seperti ini pasti ada satu dua yang tertarik. Nah dari situ kemudian saya ajak ke komunitas supaya mereka berkembang,” ujarnya.

Meskipun terbilang mudah dan murah bahan, harga penjualan maupun minat pasar ecoprint tidak sembarangan. Helma menerangkan, beberapa produk galeri Godong Salam bahkan telah tembus pasar internasional dan merambah ke seluruh pulau di Indonesia.

“Untuk komunitas kita jual bersama pas ada pameran. Kalau punya saya galeri Godong Salam penjualannya online sudah sampai seluruh Indonesia, luar negeri seperti Turki,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler