31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaKUDUSBerbekal Ilmu Marketing,...

Berbekal Ilmu Marketing, Yudha Gandeng Om dan Tantenya Buat Warung yang Kini Tak Pernah Sepi Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS – Setelah sukses geluti usaha clothing, Rifki Yudha Priyatna (29) kembali mencoba peruntungannya di usaha kuliner. Berbekal ilmu marketing yang dimiliki, pria yang kini masih menyandang status lajang itu mengaku ingin mengembangkan dan menerapkan kemampuan marketingnya di dunia kuliner.

Empat tahun setelah usaha clothing-nya berjalan, Yudha mengajak om dan tantenya yang punya keahlian memasak untuk membuka usaha kuliner pada tahun 2019. Sebelumnya, omnya merupakan seorang supir dan tantenya memiliki kios di Pasar Kliwon namun kurang berkembang.

Dari situ, Yudha kemudian membangun usaha bersama di bidang kuliner. Yudha bertugas sebagai marketing dan om serta tantenya sebagai juru masak untuk membuat menu kulinernya.

- Ads Banner -

Baca juga: Unik, Warung Sego Sambel Ndeso Sajikan Menu di Atas Cobek yang Dibakar

“Karena hobi makan dan kulineran, dan saya juga aada bekal ilmu marketing. Kebetulan tante om bisa masak akhirnya kita kolaborasi dirikan usaha kuliner,” kata Yudha saat ditemui di Warung Sego Sambel Ndeso, Rabu (16/11/2022).

Para pelanggan menikmati sajian di Warung Sego Sambel Ndeso. Foto: Erna Safitri.

Yudha menambahkan, saat masih kuliah ia sempat mengurus usaha ekspedisi milik orang tuanya. Sayangnya usaha tersebut hanya berjalan dua tahun saja. Usai lulus kuliah, Yudha memutuskan membuat usaha cloting di depan rumahnya yang berdiri hingga kini.

Sejak awal merintis usaha kuliner, menu yang ditawarkan olehnya merupakan menu masakan ndeso/desa dan sambelan dari resep keluarga. Ia menjualnya secara online dan belum melayani makan di tempat.

“Dulu kami hanya melayani online saja, tetapi menunya selalu ready. Inspirasinya memang dari menu desa dan Lamongan yang kami bikin dengan cita rasa resep keluarga,” ungkapnya.

Pada September 2022, Yudha akhirnya membuka warung karena banyaknya permintaan pelanggan yang ingin makan di tempat. Warung tersebut berlokasi di Jalan KH Moh. Arwani No.8, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, di samping rumahnya.

Yudha menuturkan, dengan membuka warung ia juga menambahkan beberapa menu termasuk memberikan inovasi baru. Inovasi barunya itu terinspirasi dari masakan khas Kalimantan, yakni dalam bentuk penyajian dan cara memasak yang unik berupa hot plate dari cobek kecil yang dipanaskan dengan api besar.

Baca juga: Kisah Kesuksesan Wati Punya 2 Outlet Burger Kids yang Berawal dari Bikin Bekal untuk Anak

Yudha menambahkan, meski keunikan warungnya tersebut mirip dengan warung sambelan khas Kalimantan, namun untuk menu dan rasanya punya ke Khasan tersendiri. Ia bahkan harus mencoba sekitar dua bulan untuk menemukan resep yang tepat untuk menunya.

“Terinspirasi dari sambal gami Kalimantan, tapi rasanya masakannya beda karena kami sesuaikan dengan lidah orang Kudus yang cenderung suka manis, jadi dimasak pakai bumbu manis. Butuh dua bulan untuk nemu resep pas dengan cara unik itu,” sambungnya.

Sejak buka, Warung Sambel Ndeso, kata Yudha, warungnya tak pernah sepi pembeli. Setiap hari rata-rata Yudha bisa menjual 100 porsi, dan bertambah saat akhir pekan menjadi 200-300 porsi.

“Sejak awal buka Samapi saat ini Alhamdulillah ramai, harapannya semoga tambah ramai, bisa buka dan punya banyak cabang ke depannya,” katanya.

Editor: Suwoko

Erna Safitri
Erna Safitri
Erna Safitri adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di IAIN Kudus Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler