Tak Kapok Meski Berulangkali Gagal, Kini Syam Rintis Usaha Bandeng Bakar Tanpa Duri Khas Madura

BETANEWS.ID, JEPARA – Syamsuddin (27) tampak dengan telaten membersihkan duri pada ikan bandeng. Ia menggunakan pisau untuk mengambil tulang duri dan pinset untuk duri halus yang tersembunyi. Setelah bersih, ia lantas mencucui ikan bandeng dan memarinasi ikan dengan bumbu khusus, lantas dibakar.

Saat ditemui, Syam mengaku menjalankan usaha kuliner berupa ikan bandeng bakar Madura tanpa duri itu sejak November 2021. Sebelumnya, dirinya sempat berjualan sate Madura di Kudus, namun tutup karena penjualan turun akibat pandemi.

Bandeng bakar tanpa duri khas Madura. Foto: Erna Safitri.

Baca juga: Jenuh Kerja di Pelayaran, Fahrul Balik Kampung dan Pilih Usaha Kuliner Agar Dekat dengan Keluarga

-Advertisement-

Setelah istri melahirkan, dirinya lantas pindah ke Jepara kota asal sang istri. Di Jepara, Syam memutuskan untuk resign dari pekerjaan karena jarak tempuh. Kemudian kembali berniat membuka usaha kuliner lagi dengan menu berbeda.

“Sebelum ini dulu saya jualan sate Madura dulu di Hadipolo,Kudus. Saya juga masih kerja sebagai binarohani di rumah sakit Pati. Karena istri hamil, tidak bisa olah daging dan berbarengan pandemi datang, akhrinya sate Maduranya tutup,” ungkapnya.

Syam menyebut, awalnya ia bermaksud membuat menu ikan bakar seperti nila, gurame dan lainnya. Namun karena pertimbangan ikan yang mudah didapat adalah bandeng, maka diputuskan menggunakan ikan bandeng. Sebagai pembeda, dirinya membuat ikan bakar bandeng tanpa duri dengan bumbu khas Madura.

“Jualan ikan bandeng pertama di depan Terminal Pecangaan pada sore sampai malam. 5 bulan pertama laku 30 sampai 50 porsi setiap hari, kemudian turun saat mau Lebaran sampai Lebaran cuma 4 porsi sehari,” terangnya.

Karena sepi, Syam berinisiatif menambahkan menu baru seperti di warung Lamongan. Namun usahanya itu tidak banyak membuahkan hasil. Ia lantas memutuskan untuk memindahkan warung ke rumahnya, yakni di depan toko kelontong milik mertuanya yang berada di Desa Pecangaan Wetan RT 1 RW 3, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.

“Sudah pakai cara tambah menu lain kayak Lamongan masih sama, akhirnya pindah ke rumah, karena kebanyakan malah pesanan COD. Sekarang ya meski tidak banyak, tapi masih ada yang pengen COD dan pesan lewat aplikasi atau ke rumah,” bebernya.

Baca juga: Mangut Lele Asap, Kuliner Khas Keraton Jogja yang Bisa Kamu Nikmati di Warung Kudusan

Kini, meski tak seramai dahulu, Syam mengaku cukup beruntung karena masih bisa berjualan setiap hari dan beberapa kali menerima pesanan untuk acara tertentu. Ia juga menambahkan menu lain seperti sate Madura, seblak, bakso mercon dan camilan sempolan.

“Namanya usaha memang seperti itu, naik turun, tapi saya malah tidak kapok dan ketagihan untuk mencoba usaha lain dan terus menambah peluang dengan menu lainnya. Sekarang kebanyakan pesanan kalau harian 10 porsi habis untuk ikan bandeng bakar,” tandasya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER