BETANEWS.ID, KEBUMENĀ – Siapa bilang menu khas daerah tak bisa tembus pasar mancanegara? Dengan pengemasan yang bagus dan bisa tahan lama, kuliner Indonesia rupanya bisa dikirim ke berbagai belahan dunia. Sate Ambal khas Kabupaten Kebumen contohnya. Sate berbahan ayam dengan sambal tempe ini bahkan sudah melalang buana ke berbagai negara.
Menurut pemilik produk Sate Ambal Kebumen Allisha Food, Titin Agustinah, kuliner olahannya itu sudah punya pelanggan di Hongkong, Belgia, Jepang, Singapura, Taiwan, dan Malaysia. Khusus untuk Hongkong, Singapura, dan Taiwan, malah sudah jadi pelanggan tetap.

Titin menjelaskan, sate Ambalnya itu dikemas dengan cara marinasi, serta pembakarannya menggunakan arang batok. Sebab, selain memberikan cita rasa juga sebagai pengawet alami.
Baca juga: Yangko Eka Eco, Oleh-Oleh Khas Borobudur yang Punya Omzet Puluhan Juta Sebulan
Sate juga dikemas dalam aluminium foil empat layer dengan proses suhu tinggi. Produk sate juga telah berhasil teruji secara laboratorium dan secara klinis. Sehingga mempunyai umur simpan hingga di atas enam bulan atau tepatnya 412 hari.
Menurut Titin, semakin melambungnya sate ambal itu setelah mengikuti Lapak Ganjar di akun Instagram milik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan nama akun @ganjar_pranowo.
“Alhamdulillah kami mendapat kesempatan dengan direpost Lapak Ganjar dan Pak Ganjar. Alhamdulillah setelah direpost viewer Instagram kami jadi meningkat. Followernya juga bertambah,” kata Titin di tempat produksinya di Desa Tambakrejo RT 01/RW 03, Kecamatan Bulupesantren, Kebumen.
Menurutnya, usai repost itu juga berpengaruh pada penjualan yang semakin luas, baik dari kalangan umum maupun pesanan dari instansi tingkat pemerintah provinsi maupun pusat. Peningkatan penjualan juga mereka alami hingga 30-40 pack. Sebelumnya, penjualan hanya sekitar Kabupaten Kebumen, Yogyakarta, hingga Bali.
Baca juga: Bolu Tetes dan Kue Akar Kelapa Seriezh Penjualannya Tembus Toko Modern Hingga Pasar Luar Jawa
Tidak hanya itu, dengan meningkatnya penjualan, pihaknya juga bisa menambah lapangan kerja di sekitar lingkungan. Dalam hal ini, terang dia, Titin mampu memberdayakan ibu rumah tangga di lingkunganny untuk bekerja yang kini mencapai 13 orang.
“Ibu-ibu di sini yang kerja sudah ada yang tiga sampai lima tahun sudah kami gaji dengan UMR Kabupaten Kebumen,” bebernya.
Karena banyak manfaatnya dari Lapak Ganjar, Titin pun mengajak UMKM lain untuk mengikuti program tersebut biar usaha kian berkembang. Dia pun berterima kasih kepada gubernur yang telah membantu promosi usahanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

