31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Kajari dan Kades se-Kudus Iuran Bikin Program Bedah Rumah

BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah tidak layak huni yang berada di Desa Singocandi RT 1 RW 1, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus dibedah. Pembiayaannya menggunakan dana dari iuran seluruh kepala desa se-Kudus.

Kepala Desa Singocandi Hendra Rizqi Aprilyanto mengatakan, program bedah rumah ini diinisiasi oleh Kajari Kudus dan seluruh kepala desa. Kajari dan semua kepala desa iuran untuk membuat program bedah rumah bagi rumah tak layak huni yang tak bisa terkaver oleh program bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Salah satu rumah warga di Kudus dibangun dari iuran Kajari dan kades se-Kudus. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Kades Karangrowo Pastikan Rumah Reyot di Desanya Dapat Bantuan Bedah Rumah Tahun Ini

-Advertisement-

“Pertama yang menginisiasi Pak Kajari dan disetujui seluruh kades di Kudus. Kami kemudian iuran dan terkumpul uang Rp 50 juta,” ujar pria yang akrab disapa Hendra kepada Betanews.id, Senin (10/10/2022).

Dia menuturkan, dana Rp 50 juta nantinya untuk tiga rumah yang akan dibedah. Salah satunya rumah milik Suhariyanto yang berukuran 7×6 meter. Sementara yang dua lainnya masih belum ditentukan.

“Masing-masing rumah yang dibedah akan mendapatkan Rp 15 juta. Rencananya rumah satunya lagi juga di Desa Singocandi, tapi saya tidak enak. Kalau bisa kan rumah desa lainnya juga,” bebernya.

Dia mengatakan, rumah milik Suhariyanto memang sudah tak layak huni. Sebagian atapnya hanya ditutup menggunakan terpal yang otomatis bocor saat hujan dan sebagian dindingnya juga hanya ditutup oleh tirai.

Sehingga rumah ini sangat layak dapat bantuan bedah rumah. Namun sayangnya, tak bisa terkaver oleh program bedah rumah dari Pemkab Kudus maupun dari Dana Desa (DD).

“Hal itu dikarenakan sertifikat rumah ini belum atas nama pribadi. Sehingga peraturannya tak bisa mendapatkan bantuan bedah rumah dari pemkab,” jelasnya.

Baca juga: Sampai April, Pemprov Jateng Sudah Renovasi 6.000 Rumah Tidak Layak Huni

Disinggung apakah cukup uang Rp 15 juta untuk bangun rumah, Hendra menjawab, diusahakan agar cukup. Namun, jika tidak cukup dana akan ditambah lagi.

“Bantuannya satu rumah memang Rp 15 juta. Namun, jika tak cukup akan kami tambah. Untuk proses pembangunannya kami perkirakan selesai dalam waktu sebulan,” ungkapnya.

Sementara itu, pemilik rumah, Suhariyanto mengaku senang rumahnya dibedah. Dia berterimakasih kepada beberapa pihak yang telah membantu.

“Saya senang dan merasa terharu. Semoga menjadi berkah bagi semua,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER