31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaSOLODuh, Tingkat Inflasi...

Duh, Tingkat Inflasi di Solo Lebih Tinggi dari Jateng dan Nasional

BETANEWS.ID, SOLO – Badan Pusat Statistik (BPS) Solo merilis angka inflasi di Kota Solo pada September mencapai 1,30 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Nasional. Tingginya angka inflasi itu dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diiringi melonjaknya harga berbagai komoditas.

Kepala BPS Kota Solo Totok Tavirijanto menyebut, angka inflasi ini menjadi puncak kedua setelah April lalu yang mencapai 1,47 persen.

“April lalu karena ada gejolak minyak goreng dan gas. September ini tinggi lagi karena kenaikan harga BBM. Padahal Agustus lalu sempat deflasi, minus 0.06 persen,” papar Totok.

- Ads Banner -

Baca juga: Harga Kedelai Meroket, Produsen Tahu Terpaksa Kurangi Takaran hingga Siap Naikkan Harga

Totok mengatakan, sektor transportasi menjadi kelompok yang menyumbang inflasi cukup tinggi, yakni sebesar 9.20 persen. Pada sektor tersebut, naiknya inflasi disebabkan oleh empat sub kelompok, yakni pengoperasian peralatan transportasi pribadi, jasa angkutan penumpang, pembelian kendaraan, dan jasa pengiriman barang.

Dari keempat sub tersebut, kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah pengoperasian peralatan transportasi pribadi, khususnya, komoditas bensin. Terjadi inflsi sebesar 24,46 persen, dengan andil inflasi sebesar 1,06 persen.

“Sub jasa angkutan antarkota juga cukup tinggi menyumbang sebesar 6,58 persen dengan andil inflasi 0,02 persen. Dilanjutkan tarif kendaraan roda empat online juga inflasi dengan andil 0,0174 persen. Tarif kendaraan roda dua online, inflasi 0,016 persen. Juga terjadi di kereta api dan tarif kendaraan travel. Jadi hampir di semua angkutan mengalami peningkatan,” terangnya.

Sedangkan, kelompok yang tidak mengalami peningkatan inflasi hanyalah angkutan dalam kota.

“Angkutan dalam kota di Solo dapat subsidi dari Pemerintah Kota dan Provinsi sehingga tidak terjadi kenaikan tarif. Kebijakan subsidi ini cukup mengerem laju inflasi,” kata Totok.

Lebih lanjut, Totok mebyebut bahwa angka inflasi 1.30 persen ini membuat inflasi dari Januari hingga September 2022 di Solo sebesar 6.49 persen. Sedangkan inflasi year on year (yoy) dari September 2021 hingga September 2022 sebesar 7,84 persen.

Dikatakan totok, Angka tersebut diklaim relatif lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah, yang mana pada September ini mengalami inflasi sebesar 1,19 persen. Sedangkan tingkat inflasi year on year sebesar 6,40 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 5,11 persen.

Baca juga: Harga Kedelai Impor Naik Jadi Rp12.600 Sekilo, Pedagang Pasar Legi: ‘Saya Hanya Ikut Regulasi’

“Ini juga lebih tinggi dibandingkan nasional, yang September ini inflasinya sebesar 1,17 persen. Dengan inflasi tahun kalender sebesar 4,84 persen. Dan year on year sebesar 5,95 persen,” tambah Totok.

Dari enam kota di Provinsi Jawa Tengah yang dihitung angka inflasinya, semua kota terjadi inflasi. Tertinggi di Kota Kudus sebesar 1,65 persen, Kota Solo sebesar 1,30 persen, Kota Purwokerto sebesar 1,15 persen, Kota Semarang sebesar 1,13 persen, Kota Cilacap sebesar 1,11 persen, dan Kota Tegal sebesar 1,09 persen.

Menanggapi tingginya inflasi di Solo, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Ia mengatakan, rencananya akan ada operasi pasar dan bantuan-bantuan sembako pada masyarakat yang membutuhkan.

“Nanti kita evaluasi. Soalnya bulan ini juga banyak sekali event. Mungkin penyebabnya pangan juga. Kemarin sudah saya perintah operasi pasar untuk sembako di 5 kecamatan dan 54 kelurahan,” tandas Gibran.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler