31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaSEMARANGDisabilitas di Semarang...

Disabilitas di Semarang Dibekali Kesiapsiagaan Bencana

BETANEWS.ID, SEMARANG – Peyandang disabilitas diajak terlibat dalam membangun ketahanan iklim inklusif dan pengurangan risiko bencana. Sebab, perubahan iklim berdampak berbagai resiko bencana. Banyak sektor penting terancam seperti air, pertanian, kesehatan, pesisir, dan kelautan. Mereka harus dibekali dengan pemahaman kesiapsiagakan bencana.

Terkait hal itu, Yayasan Bina Karta Lestari (Bintari) mengadakan sosialisasi kepada masyarakat disabilitas pada Senin (24/10/22). Kegiatan ini dilaksankan di Hotel Harris, Jalan Ki Mangunsarkoro, Semarang.

Program Manager Yayasan Bintari Kota Semarang, Kristanto menerangkan, sosialisasi kali ini bekerja sama dengan Arbeiter Samariter Bund (ASB) dan Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ) untuk melakukan praktik pengurangan risiko bencana yang inklusif.

- Ads Banner -

Baca juga: Cuaca Ekstrem, BPBD Jateng Sebut Semua Daerah di Jateng Rawan Bencana

“Seperti yang kita ketahui, bahwa kelompok disabilitas itu rentan, sehingga pengurangan bencana ini dikhususkan untuk kaum disabilitas,” terangnya.

Pihaknya menuturkan, selama ini masyarakat disabilitas menerima dampak lebih besar ketimbang mereka yang tidak berkebutuhan khusus.

“Hal ini dikarenakan para penyandang disabilitas tidak pernah dilibatkan secara aktif dalam banyak kegiatan,” katanya.

Dalam program bersama ASB Indonesia, Filipina dan Bangladesh ini, telah berjalan sejak tahun 2020 dan telah dilakukan di tiga kota/kabupaten, yakni Gunungkidul, Pekalongan dan Magelang.

“Melalu program ini, kita ingin mendorong bagaimana, pelibatan aktif terhadap kelompok disabilitas memberikan dampak positif bagi ketahanan di masyarkat secara lebih penuh,” imbuhnya.

Pihaknya menambahkan, sebelumnya, ketika terjadi bencana masyarakat kebingungan dalam melakukan evakuasi untuk penyandang disabilitas.

“Dengan adanya peran aktif dari teman-teman disabilitas, maka mekanisme kesiapsiagaan terhadap bencana akan menjadi lebih mudah,” katanya.

Baca juga: BPBD Kota Semarang Kembali Pasang EWS untuk Deteksi Dini Potensi Bencana

Pihaknya pun berharap, nantinya masyarakat penyandang disabilitas jika mengahadapi bencana bisa selamat bersama. Sehingga mereka juga terlibat aktif dalam pengurangan risiko bencana tersebut.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan, kalau penyandang disabilitas bisa ikut serta dalam kegiatan ekonomi produktif, minimal di tingkat kampung masing-masing.

“Ketika program ketahanan ini bisa membangkitan ekonomi di tingkat desa itu sendiri, maka kesempatan penyandang disabilitas untuk berdaya secara ekonomi akan semakin lebih kuat,” tutupnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler