31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaJATENGCuaca Ekstrem Diperkirakan...

Cuaca Ekstrem Diperkirakan Masih Terjadi Beberapa Hari ke Depan, Warga Cilacap Diminta Waspada

BETANEWS.ID, CILACAP – Banjir yang menggenangi 15 kecamatan di Kabupaten Cilacap, berangsur surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap melaporkan, pengungsi sudah mulai pulang dan membersihan tempat tinggal. Meski demikian, kewaspadaan mutlak diperlukan, mengingat cuaca ekstrem masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Analis Kebencanaan BPBD Cilacap Gatot Arief Widodo mengatakan, ada 42 desa di 15 kecamatan yang terdampak banjir. Mereka yang terdampak dan mengungsi kini sudah mulai pulang ke rumah masing-masing.

“Secara umum, sudah kembali ke rumah masing-masing dan membersihkan rumah,” ujarnya, melalui sambungan telepon, Selasa (11/10/2022) siang.

- Ads Banner -

Baca juga: Banjir yang Rendam 15 Kecamatan di Cilacap Mulai Surut

Ia mengatakan, pengungsi paling banyak terdapat di Desa Kalijeruk, Kecamatan Kawunganten dengan 2.500 pengungsi. Di Kecamatan Sidareja ada 72 jiwa yang mengungsi ke Koramil Sidareja. Selain itu adapula pengungsian di Kecamatan Kesugihan dan Kecamatan Kroya.

Selain banjir, bencana longsor juga menimpa warga di Kecamatan Kesugihan di Desa Ciwuni. Gatot menyebut, akibat kejadian tersebut warga harus mengungsi ke rumah keluarga, karena kerusakan yang cukup parah.

Namun demikian, longsor  telah ditangani secara gotong royong oleh masyarakat dan unsur pemerintah terkait.

“Saat ini yang dibutuhkan oleh warga terdampak banjir adalah sarana kesehatan lingkungan (Sarkesling) seperti sapu, pel, dan disinfektan, khususnya di Desa Kalijeruk karena terendam cukup lama dan perlu pembersihan, juga memerlukan sabun cuci,” ujarnya.

Terkait kerugian materil, ia menyebut belum bisa merinci. Mengingat, penghitungan kerugian bisa dilakukan ketika perincian dilakukan sampai pasca bencana.

Baca juga: Masuki Musim Hujan, BPBD Kudus Lakukan Berbagai Persiapan untuk Antisipasi Banjir dan Longsor

Meskipun kondisi hujan berkurang dan banjir sudah mulai surut, Gatot menyebut warga masih perlu siaga. Mengingat,  prediksi  BMKG cuaca ekstrem yang melanda Pulau Jawa masih akan berlangsung hingga 15 Oktober 2022.

Oleh karena itu, ia juga meminta dinas terkait ikut menyiagakan personel termasuk alat berat. Hal ini mutlak, mengingat penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu instansi semata.

“Kepala BMKG Dwikorita menyampaikan pentingnya percepatan penyampaian informasi ke masyarakat. Oleh karena itu, kita gunakan WAG (WA Grup) untuk menyampaikan informasi ke masyarakat, terkait peringatan dini, peringatan cuaca ekstrem hujan lebat kita sampaikan satu jam sebelumnya,” bebernya.

Gatot menambahkan warga diminta ikut melakukan asessment mandiri terhadap kondisi cuaca.

“Untuk warga secara umum disampaikan untuk pengamanan diri dan keluarga, cermati informasi cuaca, apabila terjadi hujan ekstrem bisa kembali tempat evakuasi yang telah ditentukan desa secara mandiri,” pungkas Gatot.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler