31 C
Kudus
Rabu, November 30, 2022
BerandaKISAHCerita Agus Rintis...

Cerita Agus Rintis Pilih Usaha Kuliner Ayam dengan Harga Merakyat yang Lokasinya di Pinggiran Kota

BETANEWS.ID, KUDUS – Agus Setiawan, siang itu terlihat sedang duduk sambil ngobrol dengan beberapa pengunjung yang datang ke kedai miliknya untuk memesan menu yang ada di tempat tersebut. Kedai yang bernama Chat Mee itu, berada di Jalan Santren Klumpit, Desa Klumpit RT 3 RW 2, Kecamatan Gebog.

Agus membeberkan alasan ia merintis usaha kuliner yang baru saja dibuka Oktober ini. Salah satu alasannya adalah, kerena ia melihat mahalnya harga yang dipatok kebanyakan restoran maupun tempat makan yang menjual menu dengan bahan dasar ayam. Ia pun tergugah untuk membuka usaha kuliner yang harganya terjangkau bagi masyarakat.

Beberapa pengunjung sedang menikmati menu yang ada di Chat Mee. Foto: Kaerul Umam.

Baca juga: Sudah Melamar Puluhan Perusahaan Tapi Tak Ada Kejelasan, Diko Akhirnya Rintis Usaha Kuliner Lumpia Burger

- Ads Banner -

“Saya sering melihat keponakan jajan makanan dari olahan ayam yang harganya menurut saya itu mahal. Karena basic saya adalah pertanian dan peternakan, kemudian saya mencoba untuk sajikan menu dengan harga yang merakyat atau murah,” beber Agus, Owner Chat Mee.

Di sisi lain, Agus merintis usahanya di daerah yang jauh dari perkotaan. Hal itu bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat pedesaan dengan menu yang banyak dijual resto di kawasan perkotaan. Namun dari segi harga lebih murah dan merakyat.

Meski jauh dari perkotaan, katanya, pembeli datang tak hanya dari warga sekitaran saja. Tapi juga dari beberapa daerah di Kabupaten Kudus. Apalagi harganya yang terjangkau, sehingga anak-anak SD juga banyak yang jajan di kedainya.

“Jadi untuk pembeli dari semua kalangan, mulai anak-anak hingga dewasa masuk. Dan yang menjadi pembeda itu dari sausnya yang beda dengan yang lainnya,” ungkap dia, Jumat (7/10/2022).

Ia menuturkan, menu yang tersedia di kedai tersebut meliputi chicken steak, chicken bento, geprek, dan minuman andalan yaitu es telur ceplok. Beberapa menu tersebut dijual dengan harga yang murah, supaya masyarakat di sekitar bisa merasakannya.

Dalam sehari, ia membatasi hanya menjual 50 porsi saja, meski sebenarnya permintaannya lebih dari itu. Hal ini, karena ia ingin menjaga kualitas rasa dan masakan agar maksimal. Menurutnya, di hari pertama dan hari kedua buka, kedai tersebut bisa menjual melebihi dari target yaitu dengan 170 porsi dari target maksimal 100 porsi.

Baca juga: Awalnya Cuma Iseng, Usaha Kuliner Jepang Kakak-Adik di Kudus Ini Malah Meroket

“Saat ini memang kami batasi hanya menjual 50 porsi saja setiap hari. Sebenarnya saya juga senang jika ada pembeli ramai, tapi saya harus melihat dari segi lainnya juga. Contohnya, di awal dan di hari kedua itu animo pembeli sangat bagus, sehingga kami kewalahan melayani para pembeli,” ujarnya di kedai yang buka mulai pukul 13.00 hingga pukul 21.00 WIB tersebut.

Menurutnya, ia tak semata-mata mencari cuan saja di bisnisnya itu. Namun juga melihat aspek pekerja dan lebih mengutamakan kualitas masakan dan rasa yang disajikan di sana.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler