BETANEWS.ID, JEPARA – Perempuan itu tampak sibuk menyiapkan gethuk bakar pesanan pelanggan. Beberapa saat kemudian, ia mengangkat dan meletakkan satu per satu jajanan itu ke wadah kardus. Setelah tertata, ia kemudian memberikan toping delapan rasa sesuai keinginan pelanggan.
Sehari-hari, perempuan bernama Suryati (29) itu memang menunggui outlet Gethuk Bakar Abimanyu yang berada di Jalan Mayong-Pancur, Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Lapak itulah yang kini jadi andalannya mengais rezeki.

Namun, siapa sangka jika usaha yang dirintis pada 21 Agustus 2022 itu awalnya hanya sebagai kegiatan untuk mencari kesibukan.
Baca juga: Gethuk Bakar Abimanyu di Mayong Ini Tampilannya Kekinian Banget, Pantas Saja Banyak yang Suka
“Niat awalnya dulu ingin kerja dan mengisi waktu luang setelah empat tahun mengurus anak. Mau ke pabrik suami tidak mengizinkan, akhirnya jualan malah didukung suami,” tutur Warga Desa Dorang, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara itu, Selasa (17/10/2022).
Ibu satu anak itu menambahkan, usaha waralaba tersebut merupakan milik mantan binaannya di Ungaran, Semarang, saat ia masih bekerja di Dinas Perindustrian. Saat bekerja di sana, ia bertugas mendampingi UMKM dari awal hingga mendapatkan perizinan.
Surya menyebut, di awal merintis tidak banyak kendala malah penjualan naik dan semakin naik setiap harinya. Namun, ketika ada kenaikan bahan bakar minyak (BBM), dampaknya terasa pada penjualan yang menurun. Meskipun begitu, surya masih bersyukur karena dua outlet yang dibukanya masih bisa bertahan.
Baca juga: Pernah Jadi Kuli Bangunan Hingga TKI, Kini Hasan Sukses Jualan Gethuk Goreng dan Punya Lima Cabang
“Awal-awal malah ramai sekali, bisa 50-60 porsi lebih sehari. Tetapi waktu kenaikan BBM terasa banget penurunannya jadi 40 porsi. Alhamdulillah, tetap masih bertahan dan masih ada yang beli sampai sekarang,” bebernya.
Perempuan asli Ungaran, Semarang itu berharap, usahanya dapat berjalan dengan baik dan membuka beberapa cabang di beberapa kecamatan serta semakin ramai pembeli.
“Ke depannya makin ramai pembeli lagi dan bisa buka cabang di tiap kecamatan yang ada di sini,” tukasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

