31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaPertanianAlokasi Pupuk Bersubsidi...

Alokasi Pupuk Bersubsidi Belum Mencukupi, Kudus Kembali Ajukan Tambahan Sebanyak 4.737 Ton

BETANEWS.ID, KUDUS – Memasuki masa tanam pertama (MT-1) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan mengajukan penambahan pupuk bersubsidi ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah (Jateng). Total kuota penambahan yang diajukan sebanyak 4.737 ton.

Hal itu diungkap oleh Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Dewi Masitoh. Dia mengatakan, 4.737 ton itu terdiri dari pupuk Urea sebanyak 625 ton.

Baca juga: Kesulitan Dapat Pupuk Sesuai Kebutuhan, Petani Kudus: ‘Kartu Tani Merugikan’

- Ads Banner -

“Sedangkan sisanya 4.112 ton untuk jenis pupuk nitrogen, fosfor dan kalium (NPK). Sehingga total penambahan ada 4.737 ton,” ujar perempuan yang akrab disapa Masitoh kepada Betanews.id, Jumat (7/10/2022).

Masitoh mengungkapkan, alokasi awal pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Kudus jelang MT-1 sebesar 9875 ton, untuk jenis Urea. Sedangkan, alokasi awal pupuk NPK di Kudus sebesar 6.750 ton.

“Dengan penambahan pupuk bersubsidi tersebut, total alokasi pupuk Urea untuk Kudus sebanyak 10.500 ton dan NPK sebanyak 10.682 ton,” jelasnya.

Dia mengatakan, di Kabupaten Kudus ada sekitar 10.843 hektare sawah yang akan masuk MT-1. Dengan rincian pada Bulan September ada 981 hektare, Oktober 5.929 hektare, November 2.440 hektare serta Desember 1492 hektare.

“Bulan ini sembilan kecamatan di Kudus mulai tanam padi. Puncaknya nanti pada Bulan Oktober dengan lahan paling luas sekitar 5.929 di Kecamatan Undaan. Sedangkan sisanya, tersebar di kecamatan lainnya,” ungkapnya.

Baca juga: Ada Pembatasan, Petani Ubi Kayu Harus Beli Pupuk Nonsubsidi

Masitoh menuturkan, dengan lahan seluas 20.843 hektare, kebutuhan pupuk untuk MT-1 sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) adalah sebanyak 29.801 ton. Jumlah tersebut terdiri dari pupuk Urea 13.197 ton dan NPK sebanyak 16.604.

“Dengan hanya ada alokasi pupuk bersubsidi jenis Urea sebanyak 10.500 ton dan NPK 10.682 ton, sehingga jumlah tersebut masih kurang. Untuk menutupinya, petani bisa membeli pupuk nonsubsidi, yang tentu harganya lebih mahal,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler