BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 50 anak yatim piatu dan duafa mengikuti Olimpiade Matematika dan Alquran (Omatiq) Cabang Yatim Mandiri Kudus. Acara ini digelar dalam dua tempat dan waktu, yaitu pertama tanggal 23 September di aula Mubarok food untuk lomba Alquran, dan tanggal 14 Oktober di ruang rapat lantai IV Gedung A Setda Kudus untuk lomba Matematika.
Kepala Cabang Yatim Mandiri Kudus Ari Prastyo menjelaskan, Omatiq akan diselenggarakan tiap tahun, dan dari hasil lomba ini akan diambil tiga peserta terbaik yang nantinya akan dikirim ke lomba tingkat nasional mewakili daerahnya serta diberikan beasiswa pendidikan.

“Ini merupakan agenda tahunan, akan kita ambil tiga terbaik untuk mewakili daerahnya di ajang nasional nanti. Yang jadi juara akan kita beri beasiswa sekolah gratis dari Yayasan Yatim Mandiri Kudus,” beber dia.
Baca juga: Puluhan Siswa SMP Muhammadiyah 1 Kudus Ikuti Seleksi Kompetisi Coding Tingkat Internasional
Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi adanya olimpiade ini. Menurutnya, kegiatan tersebut bisa jadi wadah dalam mengasah kemampuan anak didik dalam meningkatkan kompetensi yang dimiliki, salah satunya dengan cara ini pendidik dapat melakukan pembinaan agar potensi yang dimiliki anak didik dapat dimaksimalkan.
“Atas nama Pemkab Kudus, saya sangat mendukung dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Tentu memberikan dampak positif dalam memperoleh bibit-bibit berkualitas yang memiliki prestasi,” ungkapnya.
Bupati Hartopo berpesan agar selama pelaksanaan lomba, para peserta harus mengedepankan sportifitas. Untuk itu, optimisme harus dimiliki setiap individu.
“Berlomba harus sportif, tidak boleh minder dan ragu. Harus optimis pada diri sendiri bahwa kita mampu, tentunya dengan mempersiapkan kemampuan yang dimiliki,” pesannya.
Baca juga: MAN 2 Kudus Kini Punya Laboratorium Olimpiade Sains untuk Belajar Ilmu Falak
Dirinya berharap agar perlombaan ini tidak hanya bersifat formalitas sehingga dapat diselenggarakan tiap tahunnya. Dengan demikian, akan selalu muncul anak didik yang berprestasi.
“Lomba ini jangan hanya sebagai seremoni atau formalitas saja, harus dilaksanakan tiap tahunnya. Harapannya nanti akan lahir orang-orang yang berprestasi, pandai dalam ilmu pengetahuan khususnya bidang matematika dan Alquran,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

