31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaKUDUSTekan Peredaran Rokok...

Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Pemkab Kudus Tambah Tiga Gedung di KIHT

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus segera menambah tiga gedung produksi baru di Kawasa Industri Hasil Tembakau (KIHT). Penambahan gedung itu diharapkan dapat memperluas daya tamping pengusaha rokok dan meminimalkan peredaran rokok ilegal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Kopersai (Disnakerperinkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Kudus yakni Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, penambahan tiga gedung produksi prosesnya sudah penawaran dokumen. Perkiraan mulai membangun pada 7 Oktober dan selesai pekan kedua Desember 2022.

“Sehingga tahun depan sudah bisa digunakan untuk produksi. Sebab saat ini sudah ada 18 perusahaan kecil rokok di Kudus yang mengantre ingin menyewa gedung di KIHT,” ujar perempuan yang akrab disapa Rini kepada Betanews.id, Kamis (22/9/2022).

Rini Kartika Hadi Ahmawati, Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus. Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga: Berikan Mesin Cetak Bungkus Rokok ke KIHT Kudus, Ganjar: ‘Semoga Kualitas Produksinya Meningkat’

Rini mengungkapkan, di KIHT saat ini sudah ada 18 gedung produksi. Namun, karena masih ada tiga lahan yang kosong dan perusahaan kecil rokok yang mengantre juga banyak, maka tahun ini dibangun tiga gedung produksi baru.

“Dengan dibangunnya tiga gedung produksi baru, setidaknya bisa mengurangi antrean pengusaha rokok yang ingin menempati KIHT, sembari nanti ada Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT),” bebernya.

Dia mengatakan, anggaran pembangunan tiga gedung produksi baru di KIHT kurang lebih sebesar Rp 4,2 miliar. Anggaran bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2022.

Nantinya tiga gedung baru itu berbeda ukuran, gedung M luasnya 400 meter persegi, gedung N luasnya 300 meter serta gedung L ukuranya 200 meter persegi.

“Berbedanya luas bangunan gedung baru itu dikarenakan menyesuaikan lahan yang ada. Karena beda ukuran, tentunya serapaan anggarannya berbeda pula,” jelasnya.

Rini menyebut, pembangunan gedung produksi untuk perluasan KIHT tersebut merupakan salah satu program pemanfaatan DBHCHT yang ketentuannya sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 215/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

KIHT yang sebelumnya merupakan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Industri Hasil Tembakau dibangun di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Menurutnya, dengan adanya penambahan gedung produksi baru di KIHT diharapkan makin menekan produksi dan peredaran rokok ilegal. Sebab, saat produksi rokok kecil di pusatkan di satu kawasan maka akan lebih mudah pengawasannya.

“Di sana itu ada hanggar Bea Cukai, tentunya ada petugas yang mengawasi aktivitas produksi rokok di KIHT. Serta di sana juga dilengkapi CCTV jadi pengawasan lebih mudah. Sehingga bisa mencegah produksi rokok ilegal,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, dengan adanya penambahan gedung produksi otomatis meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Serta yang tak kalah penting adalah mampu menyerap tenaga kerja, sehingga mengurangi pengangguran.

Baca juga: Pemkab Kudus Gelontorkan Rp45 Miliar dari DBHCHT untuk Kembangkan KIHT

Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo sebelumnya juga menegaskan, Pemkab akan selalu berkomitmen mendukung aktivitas industri tembakau yang ada di Kabupaten Kudus.

Menurutnya, beberapa program telah dijalankan untuk membantu pelaku industri tembakau golongan kecil untuk tetap hidup dan bersaing.

“Melalui perluasan gedung KIHT ini, saya harap bisa semakin membantu pengusaha rokok kecil untuk membuka usaha yang nantinya akan membuka lapangan pekerjaan baru,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler