31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaKUDUSSudah Sebulan, Elpiji...

Sudah Sebulan, Elpiji Tiga Kilogram di Kudus Masih Langka

BETANEWS.ID, KUDUS – Sudah sebulan berlalu, gas elpiji tiga kilogram di Kabupaten Kudus keberadaannya masih langka. Warga masih kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Kalau pun ada harganya mahal.

Hal itu diungkap oleh salah satu pemilik warung di Pasar Kliwon Kudus yakni Nur Aida. Dia mengaku masih kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram. Tak jarang, untuk mendapatkan gas melon tersebut, ia harus berkeliling ke beberapa toko pengecer gas elpiji tiga kilogram.

“Sudah sebulan gas elpiji tiga kilogram langka. Butuh perjuangan untuk mendapatkan gas elpiji tiga kilogram. Saya itu sering bekeliling sampai ke lima toko pengecer, baru dapat gas. Sebab, memang masih susah cari gas tiga kilogram,” ujar perempuan yang akrab disapa Aida kepada Betanews.id, Jumat (16/9/2022).

Pedagang makanan keluhkan langkanya elpiji tiga kilogram. Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga: Masih Langka, Dewan Minta Pemkab Lakukan Pendataan Pengguna Elpiji 3 Kg

Aida mengungkapkan, jika pun dapat, harganya lebih mahal dari harga pada umumnya. Menurutnya, harga elpiji tiga kilogram di Kudus saat ini berkisar antara Rp 25 ribu sampai Rp 28 ribu.

“Padahal harga normalnya itu Rp 22 ribu. Namun, karena butuh, kami pun tetap membelinya,” bebernya.

Kondisi langkanya gas elpiji tiga kilogram yang berimbas pada harganya yang mahal, tuturnya, sangat menyusahkan. Apalagi untuk para pedagang kecil. Sebab menurutnya, pengeluaran untuk gas elpiji bertambah, sedangkan ia tak bisa menaikkan harga jual makanan.

“Susahnya gas langka itu nyarinya susah. Giliran dapat harganya mahal. Kita pedagang dilema mau menaikkan harga, takut pelanggan lari. Akhirnya hanya bisa pasrah dengan keadaan,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh warga lainnya, yakni Trihesti. Perempuan yang juga memiliki usaha warung makan itu sudah sebulan kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram.

“Sudah sebulan gas elpiji tiga kilogram langka. Susah dapatnya, untuk bisa mendapatkan gas elpiji tiga kilogram harus keliling-keliling dulu. Soalnya banyak toko pengecer yang kosong. Sedangkan beli di pangkalan, mereka sudah ada pelanggan tetap,” ujarnya.

Ia mengaku keadaan seperti sangat menyusahkan. Daripada langka, menurutnya lebih baik harga elpiji dinaikkan, yang penting barangnya ada. Namun, menurutnya, sekarang harga elpiji bersubsidi juga sudah mahal.

“Harganya sekarang Rp 25 ribu per tabung. Bahkan saya pernah beli itu dapat harga Rp 28 ribu per tabung, cukup mahal, tapi karena butuh ya saya beli,” bebernya.

Dia pun berharap keadaan bisa kembali normal. Gas elpiji tiga kilogram mudah didapat dan hargnya juga masih normal sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan.

Dihubungi terpisah, Area Manager Communication, Relations dan CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho mengatakan, tidak ada pengurangan distribusi LPG 3 kilogram ke Kudus. Bahkan di Bulan September ini kuota pengirimannya meningkat, per harinya.

Ia pun mempersilakan warga untuk menelepon ke Pertamina Call Center 135 apabila terdapat kendala pembelian di pangkalan elpiji tiga kilogram. Tentunya dengan menyertakan informasi detailnya.

Baca juga: Kenaikan Harga Elpiji Nonsubsidi Disebut Jadi Biang Langkanya Gas Melon di Kudus

“Masyarakat yang kesulitan mendapatkan elpiji tiga kilogram silakan menghubungi ke nomor Call Center Pertamina,” ujar Brasto.

Pihaknya selama ini sudah melaksanakan pengetatan di pangkalan agar elpiji tiga kilogram tepat sasaran. Pihaknya juga menerapkan 70 persen pembeli di pangkalan adalah konsumen akhir.

“Jika terdapat indikasi pengoplosan dari elpiji bersubsidi ke elpiji nonsubsidi, silakan masyarakat melapor ke pihak yang berwajib,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler