31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaKISAHSempat Berjaya di...

Sempat Berjaya di Bisnis MLM dan Terpuruk Karena Pandemi, Tiyo Kembali Bangkit dengan Rintis Bakso Tuman

BETANEWS.ID, KUDUS – Sutiyono (47) yang dibantu istri dan anaknya tampak sibuk melayani pesanan pembeli yang datang ke Kedai Tuman yang berada di tepi Jalan Raya Besito, tepatnya di depan Kafe Lavamong. Akhir-akhir ini ia memang tampak sibuk di kedai tersebut lantaran terimbas pandemi di kerjaan sebelumnya.

Menurutnya, sebelumnya ia pernah berjaya di bisnis Multi Level Marketing (MLM) di perusahaan Avail Elok Indonesia. Ia menekuni bisnis tersebut selama 11 tahun dan pada tahun 2020, ia kena PHK dari perusahaan tersebut. Hal tersebut membuat Tiyo harus putar otak agar bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Kedai Tuman milik Sutiono. Foto: Kaerul Umam.

Baca juga: Jualan Keliling Belasan Tahun Hingga Kehabisan Modal, Iringi Kisah Ateng Rintis Usaha Bakso

- Ads Banner -

“Dulu omzet kerja di sana bisa mencapai Rp 10 juta sebulan. Saat ada pandemic, kemudian turun drastis menjadi Rp 500 ribu,” beber Tiyo kepada betanews.id, Rabu (7/9/2022).

Kemudian, kata Tiyo, ia terinspirasi dari es viral saat dirinya menonton Youtube. Begitu banyak orang minat dengan es viral tersebut. Kemudian pada September 2020 ia mencoba berjualan es yang dinamakan Es Tuman. Menurutnya, pembeli pada saat itu banyak dan esnya diburu para pecinta es di kota Kretek.

“Waktu itu banyak yang membeli, tapi selang tiga bulan musim penghujan pun tiba dan kemudian saya berpikir supaya usaha es ini tidak berhenti begitu saja. Kemudian saya mencoba menjual Bakso Tuman dengan gerobak kecil yang seperti jualan pentol kuah,” terangnya.

Namun hal tersebut membuat para pembeli penasaran dengan bakso yang dijualnya. Menurutnya, ia menjual bakso tersebut dengan harga yang sangat terjangkau, yakni dengan Rp 5 ribu saja per porsi. Dengan harga tersebut, mampu membuat pembeli berminat datang ke sana.

Baca juga: Kisah Mantan Karyawan yang Sukses Jualan Bakso Sampai Punya 3 Cabang

“Sebelum kedai jadi seperti ini, keadaannya itu lesehan dan sebenarnya saya malu dengan pembeli karena tempat tidak begitu nyaman. Tapi Alhamdulillah pembeli tidak mempermasalahkan hal tersebut,” jelas bapak dua anak tersebut.

Dengan kegigihannya, kini usaha tersebut sudah dikenal masyarakat di Kabupaten Kudus khususnya. Menurutnya, dalam sehari setidaknya ia mampu menjual 75 porsi sampai 200 porsi tergantung sepi dan ramainya pembeli.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler