BETANEWS.ID, KARANGANYAR – Pameran Kampung Purba yang digelar di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar sukses menjadi wahana belajar baru bagi para pelajar maupun masyarakat umum. Hal itu terlihat dari adanya ribuan pengunjung yang tiap hari datang di pameran yang digelar mulai 12 hingga 24 September 2022 itu.
Pameran yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaataan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan itu memang menghadirkasn berbagai koleksi dari beberapa museum di Indonesia.

Salah satu siswa dari SDN 02 Malangjiwan, Amrita Lituhayu (10) mengaku senang dapat belajar secara langsung dengan mengamati benda-benda prasejarah.
Baca juga: Kolaborasi dengan 20 Museum di Indonesia, Museum Ranggawarsita Gelar Pameran Bersama
“Tadi udah lihat cara pembuatan gerabah, terus mumi-muminya, patung-patungnya, dan manusia purba lainnya,” kata Amrita.
Sebelumnya, siswa kelas V SDN 02 Malangjiwan itu sudah pernah berkunjung ke Museum Sangiran. Dengan adanya pameran ini, ia bisa menambah banyak pengetahuan soal kehidupan di zaman purba.
“Seru banget sih tadi dari sekolah jam 8.30 WIB. Jalan kaki dari sekolah karena dekat. Selain gerabah ya macam-macam. Ini juga dapat 6 buku,” ujarnya.
Menburut guru kelas V SDN 02 Malangjiwan, Diyani (50), anak-anak senang dapat belajar melalui pameran tersebut.
Baca juga: Pemkot Solo Akan Bangun Museum Sains dan Teknologi Januari 2023, Ini Lokasinya
“Ya di sini bisa lihat kehidupan zaman purba yang anak-anak kan belum kenal sama sekali masa-masa sekarang itu, misalnya kayak alat-alat masak terus peralatan menumbuk padi,” ujar Diyan.
Lebih lanjut Diyan mengatakan, pembelajaran di pameran semacam itu akan lebih memberikan gambaran lebih jelas kepada anak-anak mengenai kehidupan pada masa prasejarah.
“Efeknya anak-anak bisa tahu seperti itu jadi paling tidak anak-anak dapat gambaran lah kehidupan zaman dulu sama sekarang itu perbedaannya seperti apa,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

