31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaSOLORayakan Gamelan Masuk...

Rayakan Gamelan Masuk WBTB UNESCO, Komunikota Visual Gelar Pentas Pantomim di Pasar Gede

BETANEWS.ID, SOLO – Komunitas Komunikota Visual menggelar pertunjukan pantomim di halaman Pasar Gede Solo, Kamis (22/9/2022). Kegiatan tersebut merupakan bentuk perayaan diakuinya gamelan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Pertunjukan yang digelar mulai pukul 10.00 itu diiringi dua buah kenong yang merupakan salah satu komponen dari gamelan.

Beberapa poster juga digunakan pada pertunjukan itu, seperti kalimat motivasi untuk masyarakat agar lebih mencintai gamelan sebagai budaya asli Indonesia.

Pertunjukan Pantomim di depan Pasar Gede Solo. Foto: Khalim Mahfur

Co Founder Komunikota Visual Basnendar Herry Prilosadoso menerangkan, pertunjukan itu menggandeng seniman Aceh sebagai peraga pantomim.

- Ads Banner -

Baca juga: Meriahnya Acara Peresmian Gamelan Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

“Kita menggabungkan antara seni seni rupa, desain poster, dan pantomin. Ini harus dirayakan, gamelan milik kita. Masyarakat, orang awam khususnya pengunjung di Pasar Gede biar tahu, gamelan itu sudah diakui oleh UNESCO,” kata pria yang kerap disapa Bas itu.

Basnendar mengatakan, pemilihan pertunjukan pantomim lantaran menurutnya pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh penonton. Selain menghibur, cara tersebut menurutnya juga unik.

“Karena biasanya pantomin di panggung-panggung, even tertentu, kita coba tingkatkan di masyarakat kolaborasi dengan poster, karena pesannya mudah diterima verbal maupun visualnya,” papar Basnendar.

Menurut Basnendar, pentas itu mengambil cerita Indonesia memiliki beragam kekayaan warisan budaya, sehingga masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan tersebut agar tidak punah, atau bahkan diakui oleh negara lain.

“Karena UNESCO kalau gamelan ini tidak ada unsur pengembangan dan sebagainya, kemungkinan dicabut. Tadi di pantomin ada unsur kemungkinan gamelan bisa berpindah atau ditarik-ulur mungkin posisinya atau secara marwahnya akan hilang. Tadi ending-nya bahwa akhirnya menjadi milik kita dan bangga, serta punya konsekuensi untuk melestarikan,” ujarnya.

Baca juga: Gamelan Ditetapkan UNESCO Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Pada saat melakukan pertunjukan, peraga pantomim, Rasyidin juga mengajak beberapa masyarakat untuk berperan, seperti memukul kenong yang ia bawa sebagai properti pertunjukan.

Menurur Rasyidin, setelah gamelan diakui sebagai WBTB UNESCO, masyarakat juga memiliki hak bahwa gamelan merupakan benda milik mereka.

“Kemudian walaupun satu ketukan dan itu mereka sudah mewakili mereka bahwa masyarakat pemiliknya.  Jadi semua lapisan, tidak terbatas, pedagang kemudian tukang parkir, pengunjung ini sebagai simbolik bahwa ini (gamelan) milik kita dan sah, kita memperlakukannya dengan istimewa,” tutup Rasyidin.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler