31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKUDUSPemerintah Berencana Bagikan...

Pemerintah Berencana Bagikan Kompor Listrik, PKL : ‘Malah Ribet Nanti’

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah berencana membagikan kompor listrik. Kompor listrik tersebut nantinya sebagai ganti gas elpiji tiga kilogram yang kabarnya akan dihentikan distribusinya. Bahkan saat ini keberadaan gas melon di Kudus pun sudah langka

Menanggapi kabar tersebut, para pedagang kaki lima di Kudus tidak setuju dengan rencana pemerintah. Salah satu yang tidak setuju adalah Trihesti.

Pemilik warung di lantai bawah Pasar Kliwon Kudus itu beralasan, repot dan susah kalau nanti menggunakan kompor listrik. Sebab, butuh aliran daya listrik agar kompor tersebut bisa nyala. Sedangkan di tempat berjualannya tak ada listriknya.

- Ads Banner -

Baca juga: Sudah Sebulan, Elpiji Tiga Kilogram di Kudus Masih Langka

“Kompor listrik nyalanya pasti butuh aliran daya listrik. Sedangkan di tempat jualan ini tidak ada tempat untuk mencolok arus listrik. Jadi saya kurang setuju,” ujar perempuan yang akrab disapa Hesti kepada Betanews.id, Jumat (16/9/2022).

Belum lagi, kata dia, listrik di Kudus yang sering padam. Entah itu ada perbaikan jalan maupun perbaikan jaringan. Menurutnya, jika listrik padam maka ia pun akan libur berjualan.

“Jika listrik padam, otomatis saya berhenti jualan. Sebab kompornya tak bisa nyala. Yang berarti tak ada pemasukan untuk keluarga,” beber warga Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus tersebut.

Hal senada juga dikatakan oleh pedagang lainnya yakni Nur Aida. Ia mengaku tak seutuju jika kompos gas nantinya diganti dengan kompor listrik. Sebab, di tempat jualannya tidak ada terminal untuk mencolok arus listrik.

“Saya tidak setuju. Di sini kan tidak ada colokan listrik. Malah ribet nanti,” ujarnya.

Dia juga mengkhawatirkan, ketika listrik padam. Otomatis kompornya juga tak bisa nyala dan ia harus berhenti jualan.

“Jika listrik padam bagaimana nanti saja jualan, kan tidak bisa masak,” tandas warga Desa Nganguk, Kecamatan Kota, Kudus tersebut.

Dia pun berharap, agar pemerintah mengurungkan niatnya tersebut. Lebih baik pemerintah ini mencari cara agar gas elpiji tiga kilogram tidak langka dan harganya tidak mahal.

Baca juga: Masih Langka, Dewan Minta Pemkab Lakukan Pendataan Pengguna Elpiji 3 Kg

“Saya lebih memilih pakai kompor gas. Harapannya, gas elpiji tiga kilogram tetap ada dan tidak langka, serta harganya normal. Tidak usah ada kompor listrik,” harapnya.

Dikonfirmasi apakah kelangkaan elpiji tiga kilogram di Kudus ada kaitannya dengan rencana pemerintah yang akan memberikan kompor listrik ke warga, Area Manager Communication, Relations dan CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho menjawab singkat kurang paham.

“Saya kurang paham. Kalau itu yang paham adalah pemerintah kabupaten setempat dan pihak PLN,” ujar Brasto.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler