31 C
Kudus
Rabu, November 30, 2022
BerandaKULINERMencicipi Petolo Mayang,...

Mencicipi Petolo Mayang, Kuliner Langka Nan Lezat di Solo

BETANEWS.ID SOLO – Di seberang jalan Pura Mangkunegaran Solo, nampak sebuah gerobak. Di tempat itu, seorang pria sibuk meracik makanan dan melayani pembeli yang silih berganti datang untuk menyantap makanan itu.

Makanan tersebut adalah Petolo Mayang. Petolo Mayang merupakan salah satu makanan khas yang mulanya berasal dari Jawa Timur. Di dalamnya, terdapat serabi berukuran mini, ketan, serta mayang yang menjadi ikonnya. Kuliner tersebut disuguhkan, lengkap dengan kuah santan dalam keadaan hangat.

Petolo Mayang, kuliner tradisional yang dijual di Solo. Foto: Khalim Mahfur.

“Petolo Mayang ini serabi kuah, ketan, sama mayang, terus dikasih santan,” kata pria yang bernama Petholo (37) kepada Betanews.id, Jumat (16/9/2022).

- Ads Banner -

Baca juga: Segarnya Es Gempol Pleret Pak Bendo yang Menemani Warga Solo Sejak 1960, Harganya Cuma Rp5 Ribu

Salah satu komponen kudapan tersebut adalah mayang. Terbuat dari tepung beras yang dibentuk keriting seperti bunga, sehingga dinamakan mayang.

“Kalau kuahnya itu dari santen, gula Jawa, gula pasir, pandan, jadi anti bahan kimia,” kata pria yang kerap disapa Tholo itu.

Tholo mengaku, bahwa resep Petolo Mayang yang ia buat merupakan resep turun temurun dari neneknya. Ia juga menjaga cita rasa kudapan tersebut masih sama dengan yang dulu.

“Bikin dari orang tua, dulunya bikin kayak gini. Dulu bikin kayak gini ya buat keluarga, ya turun temurun lah, sudah tiga generasi,” ujarnya.

Petolo Mayang disajikan dalam keadaan hangat. Menurut Tholo, makanan tersebut memang lebih nikmat disajikan hangat dibandingkan jika disajikan dengan tambahan batu es.

“Enaknya itu rasanya pas anget. Kalau pakai es rasanya beda, lebih nikmat gini. Banyak (yang minta pake es), cuma orang yang maniak es baru mau. Kalau saya nggak menyediakan,” ujarnya.

Baca juga: Nikmatnya Selat Solo di Warung Mbak Lies yang Jadi Favorit Wisatawan

Kudapan tersebut juga sangat ramah di kantong. Satu porsi Petolo Mayang dibanderol dengan harga Rp 5 ribu saja.

“Lumayan banyak yang suka, dari kalangan campur-aduk. Saya bukanya nggak tentu, biasanya jam 11 atau jam 12 siang. Kecuali kalau ada yang minta 9 pagi,” kata dia.

Dalam sehari, Tholo bisa menjual Petholo Mayang sekitar 150 sampai 200 porsi. Sudah 13 tahun, ia berjualan di seberang jalan Pura Mangkunegaran Solo.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler