BETANEWS.ID, KUDUS – Munadi tampak sibuk melayani pembeli yang mengerubuti lapaknya di Pertigaan Jalan Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Dengan cekatan tangannya membungkus es buah yang banyak digemari warga saat matahari sedang terik-teriknya itu.
Meski tengah sibuk melayani pembeli di outlet yang berada di dekat Museum Kretek itu, Munadi tetap semangat bercerita kepada betanews.id terkait usaha Es Buah Bang Jhon Kre. Mulai jualan sejak 2019, siapa sangka jika dulunya Munadi merupakan pemain bola dan pernah memperkuat Persiku pada 2012-2015.

“Saya serabutan, pernah di pabrik Pura, Coca-Cola, Polytron, pernah juga main bola di Persiku pas masih di Rembang, dan ikut kontraktor proyek juga. Karena nggak ada kerjaan proyek lalu saya kerja sama dengan istri untuk merintis jualan es,” katanya pada betanews.id, Selasa (16/8/2022).
Baca juga: Istimewanya Es Buah di Dekat Museum Kretek yang Laku hingga 700 Porsi Sehari
Awalnya, ia terinpirasi dari adik iparnya yang berjualan es di kantin sekolah di Jakarta. Akan tetapi, jelang pandemi yang mulai membaik, adik iparnya kembali merantau dan kini ia yang melanjutkan.
“Awalnya dari adik ipar saya mereka jualan es di kantin sekolah Jakarta, karena dampak corona saya ajak untuk jualan di sini. Setelah ada aktivitas lagi, dia kembali lagi ke Jakarta lagi, terus yang di sini saya yang meneruskan,” imbuhnya.
Selama berjualan es buah, bapak dua anak itu mendapatkan keuntungan hingga 40 persen dari 300 porsi setiap harinya. Ia tidak hanya sendiri, tapi juga dibantu istri, keponakan, dan tetangganya.
“Keuntungannya 30-40 persen. Wes alhamdulilah lah bisa rekrut ponakan dan tetangga juga buat bantu-bantu,” terangnya.
Baca juga: Awalnya Cuma Jadi Sampingan, Bisnis Kuliner ala Korea Milik Taufiq Justru Hasilnya Menjanjikan
Setiap hari, Munadi mangkal mulai pukul 10.00 sampai 16.00 WIB. Pelanggan es buahnya tidak hanya dari kalangan Kudus saja, akan tetapi juga di beberapa daerah seperti Demak dan Pati. Ia juga kerap mendapatkan pesanan untuk acara hajatan resepsi pernikahan, khitanan, dan halalbihalal.
“Kebanyakan dari sekitar sini sih kan banyak pekerja dan pabrik. Pelanggananya ada yang dari Demak dan Pati juga,” jelasnya.
Meskipun penjualan tidak selamanya mulus, Munadi juga memiliki pengalaman buruk saat melayani pembeli. Dia mengaku pernah tidak dibayar saat menjual es buah.
“Namanya jualan es kalau pas hujan gitu ya nggak tentu, tapi jika kelihatannya hujan dari pagi kita tidak ambil resiko dan tidak jualan. Saya pernah punya pengalaman orang beli tapi nggak diambil-ambil, tapi nggak masalah lah lagian bisa saya tuang lagi,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

