BETANEWS.ID, SOLO – Asap tebal tampak mengepul di sebua bangunan yang berada di Mangkubunen, Banjarsari Solo. Asap tersebut keluar dari mesin yang disemprotkan oleh beberapa orang pria. Rupanya, mereka sedang melakukan fogging di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kak Seto, Solo. Sedangkan, tim yang mengerjakannya dari Fogging Katresnan PDI Perjuangan Kota Solo.
Koordinator Fogging Katresnan PDI Perjuangan Kota Solo Surono menjelaskan, Pihaknya akan melayani permintaan fogging dari masyarakat secara gratis. Tak hanya untuk nyamuk, pihaknya juga bisa melakukan untuk virus.
“Biasanya kami juga mencari tempat yang sekiranya berpotensi menimbulkan sarang nyamuk. Itu kami eksekusi sendiri tanpa ada permintaan,” ujarnya kepada Betanews.id, Jumat (2/9/2022).
Baca juga: Jangan Gagal Paham, Ternyata Fogging Tak Bisa Sembarangan Dilakukan, Begini Prosedurnya
Untuk dapat layanan fogging gratis, warga bisa mengajukan permohonan lewat RT/RW, lalu foto lokasi. Setelah permohonan masuk, pihaknya akan segera memfogging satu atau dua hari kemudian.
“Jeda waktu itu karena harus disosialisasikan ke masyarakat untuk menutup tempat makan, mengeluarkan unggas, dan sebagainya,” paparnya.
Lantaran banyaknya permintaan, Surono menyebut timnya sampai kewalahan karena hanya tujuh orang saja yang aktif. Namun, untuk obat semprotnya, ia mengaku masih dapat mencukupi permintaan.
“Mungkin kendalanya di personel karena saat ini kita hanya 7 personel yang siap ready setiap hari. Kalau dulu banyak sih pas Covid-19 ada 16 lebih. Kita ada lebih dari 200 liter, itu buat lebih untuk sebulan,” ujarnya.
Sejak dua tahun lalu komunitas itu dibentuk, pihaknya selalu aktif melakukan fogging, baik nyamuk DB maupun virus Covid-19.
Baca juga: Banyak yang Berminat, Ini Cara Pesan Alat Fogging Mini Buatan Warga Kudus
“Sejak pandemi kita sudah aktif melakukan kegiatan seperti ini, mungkin sudah puluhan ribu rumah yang kita fogging, mungkin lebih dari 3 ribu liter,” katanya.
Menurut Surono, meski fogging bukan solusi utama untuk mengatasi DBD, tapi tetap harus dilaksanakan guna menjaga lingkungan. Langkah lainnya seperti menutup tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk juga harus tetap dilakukan.
“Tetapi yang jelas, dengan adanya fogging ini sugesti masyarakat terhadap penyebaran DBD akan membantu mereka untuk kebal,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

