31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaEKONOMIImbas Naiknya Harga...

Imbas Naiknya Harga Kedelai, Harga Tahu di Kudus Naik Rp 3 Ribu per Papan

BETANEWS.ID, KUDUS – Imbas naiknya harga kedelai, membuat kelompok produsen tahu dan tempe di Kudus sepakat untuk menaikkan harga tahu.

Kebijakan itu, dikeluarkan setelah adanya musyawarah bersama oleh produsen tahu dan tempe se-Kabupaten Kudus di kantor Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Primkopti) Kudus, Jumat (23/9/2022).

Manajer Primkopti Kudus Muhammad Amar Ma’ruf mengatakan, harga tahu naik sebesar Rp 3 ribu per papannya. Kenaikan tersebut, berlaku mulai Minggu (25/9/2022).

Manajer Primkopti Kudus Muhammad Amar Ma’ruf . Foto: Sekarwati.
- Ads Banner -

Baca juga: Cerita Bambang Terpaksa Naikkan Harga Tahu saat Harga Kedelai Meroket

Amar menerangkan, kedelai impor saat ini harganya naik dari semula Rp 12.300 per kilogram menjadi Rp12.700 per kilogram. Naiknya harga kedelai itu sudah terjadi sejak lima hari lalu.

Ia menyebut, di Gudang Primkopti, saat ini juga terdapat beberapa kedelai impor dengan beberapa merek. Untuk kedelai impor merek Bola Hijau ukuran satu sak (50 Kilogram) harganya Rp 12.700 per Kilogram.

“Kalau untuk merek Gentong, itu harga per kilonya Rp 12.600. Sedangkan kedelai impor merek BW, harga per kilonya juga sama, yaitu Rp 12.600. Ketiga merek ini disuplai dari Semarang,” ujar Amar, Selasa (27/9/2022).

Ada pula, kedelai lokal yang diambil dari kabupaten tetangga, yaitu Kabupaten Pati. Yakni, untuk harga kedelai Rp 12.100 per kilogram.

Akibat kenaikan harga kedelai itu, lanjut Amar, membuat sejumlah produsen tahu mengalami penurunan produksi hingga 30 persen. Begitu juga dengan distribusi kedelai di Kudus yang semula 20 ton sehari, kini hanya 10-12 ton.

“Kebutuhan biasanya 20 ton sehari, tapi sekarang cuma separuh selama seminggu ini. Mereka mengurangi produksi, karena harga kedelai mengalami kenaikan,” imbuhnya.

Meskipun stok kedelai dari Semarang masih aman dan suplai tetap lancar, akan tetapi beberapa perajin tahu memutuskan mengurangi hasil produksinya. Bahkan Amar memprediksi kenaikan harga kedelai akan terus naik hingga akhir tahun.

“Sebagai wadah dari pengrajin tahu, Kopti berupaya mencari jalan keluar terkait kenaikan harga, tapi di pasar tidak tahu. Salah satu jalan keluar ya subsidi dijalankan lagi, kemungkinan harga kedelai tidak akan turun sampai akhir tahun, itu info dari importir,” ungkapnya.

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Produsen Tahu di Solo Terpaksa Kurangi Ukuran

Melihat situasi itu, Amar berharap bantuan dari pemerintah untuk segera mengatasi masalah kenaikan harga kedelai dan memberikan subsidi kepada perajin tahu di Kabupaten Kudus.

“Saya minta bantuan dari pemerintah untuk mengganti harga kedelainya lah. Pemerintah bisa memberikan subsidi kepada pengrajin tahu supaya tidak terlalu terdampak,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler