31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaKUDUSDari 123 Desa...

Dari 123 Desa di Kudus, 25 di Antaranya Sudah Berstatus Mandiri

BETANEWS.ID, KUDUS – Pembangunan desa dan percepatan kawasan pedesaan di Kabupaten di Kudus terus digalakkan. Hal itu guna menciptakan lebih banyak desa dengan Indeks Desa Membangun (IDM) berstatus mandiri atau biasa disebut Desa Sembada, yaitu desa maju yang mampu dan memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan. Desa yang dengan ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Desa (PMD) Kabupaten Kudus yakni Adi Sadhono mengatakan, sesuai data rekapitulasi IDM tahun 2022 yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa Republik Indonesia, di Kudus tak ada desa dengan status sangat tertinggal atau tertinggal. Yang ada, desa dengan status berkembang, maju dan mandiri.

Baca juga: Dinas PMD Bingung Dapati Data dari Kemensos yang Sebut Ada 9 Desa Miskin di Kudus

- Ads Banner -

“Di Kudus tidak ada desa tertinggal apalagi sangat tertinggal. Yang ada di Kudus itu desa dengan status berkembang, maju dan mandiri,” ujar pria yang akrab disapa Adi kepada Betanews.id, Kamis (29/9/2022).

Adi menuturkan, jumlah desa di Kabupaten Kudus ada 123. Dari total tersebut, 25 desa status mandiri, 77 desa berstatus maju, serta 21 desa berkembang. Menurutnya, setiap tahun jumlah desa mandiri di Kudus terus meningkat.

“Desa mandiri di Kudus jumlahnya terus meningkat tiap tahunnya. Dari tahun 2017/2018 yang tadinya hanya ada lima desa mandiri, sekarang sudah 25 desa. Target kami tahun depan desa mandiri di Kudus bisa nambah lagi jadi 30 desa mandiri,” bebernya.

Dia pun merinci, 25 desa mandiri yang ada di Kudus. Antara lain, Desa Kedungdowo, Mijen, Janggalan, Nganguk, Kaliputu, Rendeng, Jati Kulon, Getaspejaten, Jepang Pakis, Megawon, Kalirejo, Karangrowo, Undaan Lor. Desa Ngemplak, Wates, Gulang, Mejobo, Ngembalrejo, Karangbener, Peganjaran, Bae, Klumpit, Cendono, Lau, Megawon.

Dia mengungkapkan, untuk bisa ditetapkan sebagai desa mandiri harus memenuhi beberapa aspek. Namun, yang paling utama adalah tiga aspek yakni Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) serta Indeks Ketahanan Lingkungan.

“Dari tiga aspek itu nilainya harus di atas 0,8. Jika kurang statusnya bisa turun jadi maju, atau berkembang,” jelasnya.

Baca juga: Desa Lambangan Diproyeksikan Jadi Desa Mandiri Hortikultura

Menurutnya, desa memiliki beberapa keuntungan kala statusnya jadi Desa Mandiri. Di antaranya bisa mendapatkan alokasi Dana Desa lebih besar dari desa dengan status maju, berkembang, atau tertinggal. Kemudian, pencairan dana desa juga dipermudah dan dipercepat.

“Desa mandiri pencairan Dana Desa hanya dua kali. Jika statusnya tidak mandiri, pencairan dana desa sampai tiga kali,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler