BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus memproyeksikan Desa Lambangan, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus menjadi Desa Mandiri Hortikultura. Inisiatif ini muncul ketika Dispertan melihat hasil panen bawang merah di Desa Lambangan yang terbilang cukup bagus.
Kepala Dispertan Kudus Catur Sulistiyanto menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi hasil panen para petani di Desa Lambangan. Jika nanti ada program dari pemerintah pusat maupun provinsi terkait hortikultura, bisa langsung ditujukan kepada Desa Lambangan.
“Jadi kalau ada program-program dari pemerintah pusat maupun provinsi terkait dengan hortikultura, maka bisa tepat sasaran. Nanti kita wujudkan bersama-sama, Lambangan menuju desa mandiri Hortikultura,” jelas Catur, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Cerita Petani Grobogan yang Tetap Untung Saat Harga Anjlok Berkat Ikut Sistem Resi Gudang
Pihaknya juga berharap Kepala Desa Lambangan bisa menyiapkan segala hal yang dibutuhkan oleh para petani. Menuju visi misi memajukan pertanian di Desa Lambangan.
“Selanjutnya Pak Kades untuk menyiapkan Poktan dan Gapoktan desa. Sehingga sinergi dinas dan desa bisa langsung gerak cepat,” ungakapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lambangan Abdul Rois optimis ia bisa menciptakan desanya sebagai desa mandiri hortikultura. Sebab, ia pernah mempelajari dunia pertanian saat bekerja di Korea Selatan.
“Saya pernah jadi TKI di Korea, bekerjanya di sana di dunia pertanian. Jadi mendapatkan ilmu terbaru tentang pertanian yang bisa diterapkan di sini,” katanya.
Baca juga: Anggota DPR RI Desak Pemerintah Buat Standarisasi Harga Produk Pertanian
Dengan itu, ia sangat bersemangat untuk bersinergi mewujudkan Desa Hortikultura di Kota Kretek. Pihaknya pun langsung mulai merancang hortikultura yang disesuaikan kebutuhan pasar. Seperti tanaman-tanaman yang dibutuhkan menjelang hari besar keagamaan.
Pihaknya juga optimis, jika bercocok tanam dengan sistem hortikultura ini bisa terealisasikan, hal itu bisa mengurangi minat masyarakat untuk bekerja merantau di luar daerah. Pun bisa membuat orang zaman sekarang mau kembali bercocok tanam.
“Dengan hasil pertanian yang harganya bagus, maka bisa mengurangi tenaga kerja untuk keluar daerah. Contohnya hasil tanam bawang merah. Untungnya lumayan dan kita tunjukkan untuk ditiru. Sebab, warga lebib mudah diajak apabila ada buktinya,” pungakasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

