BETANEWS.ID, SOLO – Dua medali emas berhasil diraih oleh Tita Puspita pada olahraga Paracatur kelas B1 ASEAN Para Games 2022. Kemenangan tersebut didedikasikan untuk sang ayah yang telah mengenalkannya pada olahraga tersebut.
Pertandingan di APG 2022 ini merupakan kali kedua Tita bertanding di ajang Internasional. Sebelumnya, ia pernah mengikuti Asian Para Games 2018 di kelas B2/3 putri. Saat itu, ia meraih medali perunggu bersama Khairunnisa dan Aisah Wijayanti Putri Brahmana.
Sebagai pendatang baru di tingkat ASEAN, Tita sukses memberikan kejutan karena berhasil menyapu bersih kemenangan di enam pertandingan kelas standard chess B1. Catatan tersebut tidak bisa ditandingi oleh wakil Vietnam Pham Thi Huong, yang mencatatkan lima kemenangan.
Baca juga: Atlet Asal Kudus, Rani Puji Astuti Raih 1 Emas dan 1 Perak Paraangkat Berat APG 2022
Catatan Tita juga dilengkapi dengan perolehan dari kedua rekannya, yakni Wilma Margaretha Sinaga dengan empat kemenangan dan Yustina Halawa dengan tiga kemenangan. Dengan hasil itu, mereka berhasil mengunci emas team standard chess B1.
“Walau dapat emas, ini bukan hasil kerja saya sendiri. Keberhasilan ini juga berkat bantuan dari teman-teman, karena kita turut mengutamakan beregu. Alhamdulillah pada akhirnya kita tidak hanya dapat emas perorangan, tapi juga bisa dapat beregu juga,” kata Tita di Hotel Lorin Solo, Selasa (2/8/2022).
Tita lantas menceritakan awal mula mengenal para-catur. Dibalik keahliannya itu, ada sang ayah yang mengenalkannya pada olahraga itu pada 2010 lalu.
“Saya bisa bermain catur dari almarhum ayah. Jadi ayah saya yang paling berjasa, selain tentunya dari para pelatih, teman-teman, keluarga dan NPC Indonesia yang telah memberikan kendaraan kepada saya, hingga bisa sampai tingkat internasional,” jelas Tita.
Sebelum di kelas individual standard chess B1, Tita sedikit merasakan beban, karena Indonesia memiliki target juara umum dan para-catur diharapkan menajadi ladang emas.
Kendati demikian, Tita juga memiliki keuntungan ketika bisa merasakan bertanding di negeri sendiri. Ia yang sempat menduduki peringkat 11 pada kejuaraan di Prancis, bulan lalu, kini bisa bertanding dengan konsentrasi penuh.
Baca juga: Raih Emas Blind Judo APG 2022, Sahrul Bermimpi Bisa Berlaga di Paralimpiade Paris 2024
“Saat single event, try out ke Prancis, pengalamannya ada jetlag, penyesuaian makanan dan suhu, Jadi memang sedikit besar pengaruh sama fisik. Di sini sudah tidak perlu penyesuaian lagi. Itu yang membuat motivasi saya semakin bangkit,” ujarnya.
Seusai ini, Wanita kelahiran 27 Januari 1977 itu masih punya peluang untuk menambah raihan medali emas lewat kategori rapid chess dan blitz chess. Dua kategori ini akan digelar dalam enam babak. Rapid chess digelar pada 3-4 Agustus 2022, sedangkan blitz chess pada 5 Agustus 2022 mendatang.
Editor: Ahmad Muhlisin

