31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Serunya Panggung Kreasi Anak Berkebutuhan Khusus di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara musik dangdut terdengar di aula gedung Taman Krida Wisata Kudus. Musik dangdut itu terasa spesial karena pemain keyboard dan kendangnya adalah para anak berkebutuhan khusus (ABK). Setelah itu dilanjut acara fashion show yang semua pesertanya juga sama yakni anak berkebutuhan khusus yang dirangkum dalam acara Gebyar Kemerdekaan Anak Eksklusif.

Penanggung jawab acara yakni Heni Mustikaningati mengatakan, event ini merupakan panggung gembira untuk merayakan kemerdekaan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka para anak berkebutuhan khusus, sebagai sesama anak bangsa juga berhak untuk mengekspresikan kemerdekaannya.

Beberapa anak saat tampil dalam Gebyar Kemerdekaan Anak Ekslusif. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Melihat Keseruan Anak Berkebutuhan Khusus Membatik di Muria Batik Kudus

-Advertisement-

“Jika anak normal punya panggung gembira kemerdekaan, maka anak berkebutuan khusus juga harus punya. Acara inilah panggung kreasi bagi mereka anak berkebutuhan khusus” ujar perempuan yang akrab disapa Heni kepada Betanews.id, Senin (15/8/2022).

Dia menuturkan, acara tersebut melibatkan sekitar 80 anak berkebutuhan khusus. Mulai dari tuna netra yang main kendang dan keyboard, kemudian peserta fashion show juga ada anak yang down sindrom, autis, tuna rungu dan lainnya.

“Bagi saya itu sangat luar biasa. Mereka punya panggung untuk ikut merayakan kemerdekaan,” tandasnya.

Tak hanya itu, kata dia, batik yang ditampilkan saat fashion show dan dipakai oleh anak berkebutuhan khusus tuna rungu itu merupakan hasil karya sendiri. Mereka di sekolahnya memang diajari untuk membatik dan anak tuna rungu.

“Intinya itu bagaimana memberikan ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Beri kepercayaan dan saya yakin anak berkebutuhan khusus itu pasti bisa,” ungkapnya.

Tak lupa, ia pun mengucapkan terima kasih terhadap semua pihak yang mendukung acara tersebut. Mulai dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri, SLB Swasta, Pusat Terapi (Puster) yang ada di Kudus dan Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK).

“Terima kasih atas dukungan semua pihak hingga acara Gebyar Kemerdekaan Anak Eksklusif bisa terlaksana. Semoga tahun depan acara serupa bisa terlaksana kembali dan lebih meriah lagi,” harap Heni.

Dia bercerita, mulai mengajak anak-anak berkebutuhan khusus di Kudus berkegiatan di luar itu tahun 2015. Sempat berhenti dua tahun kemarin karena pandemi, dan tahun ini bisa terlaksana kembali.

Baca juga: Bak Model Profesional, Anak-Anak Berkebutuhan Khusus Pukau Penonton dan Kontingen APG 2022

“Awalnya dulu itu kegiatan di luarnya hanya membagikan bunga di acara car free day (CFD). Meski kegiatan ringan tapi sangat bermanfaat untuk anak berkebutuhan khusus,” terangnya.

Dia mengungkapkan, dulu, mengajak anak-anak kegiatan di luar itu sulit sekali. Sebab banyak orang tua dari anak berkebutuhan khusus malu.

“Namun, perlahan orang tua dari anak berkebutuhan khusus yang menanyakan kapan ada acara lagi,” katanya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER