31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaKOMUNITASSeratusan Pemuda Diskusi...

Seratusan Pemuda Diskusi Tentang Kewirausahaan di Sidji Coffee

BETANEWS.ID, KUDUS – Karang Taruna Kabupaten Kudus bekerja sama dengan Sidji Coffee menggelar Talk Show bersama Fiza Akbar, Camat Jati dan Valerie Yudistira Pramudya, Pemilik Sidji Coffee. Talk Show bertemakan Pemuda Merdeka Dalam Berkarya itu dilaksanakan di Sidji Coffee Kudus, Jumat (25/8/2022).

“Kegiatan talk show ini sebagai sarana silaturrahim antarpengurus desa se-Kabupaten Kudus. Selain itu juga untuk menambah ilmu tentang kemerdekaan dan wawasan tentang manajemen wirausaha yang baik dan benar,” kata Fajar Nugroho, panitia kegiatan tersebut.

Para pemuda dari Karang Taruna se-Kabupaten Kudus saat menghadiri takl show dengan tema Pemuda Merdeka Dalam Berkarya di Sidji Coffee, Jumat (26/8/2022). Foto: Ahmad Rosyidi.

Baca juga: Lawan Stunting, Tidar Kudus Gandeng Sidji Coffee Ajak Ibu-Ibu Hidup Sehat

- Ads Banner -

Pria yang akrab disapa Fajar itu mengungkapkan, pihaknya merasa senang karena Sidji Coffee sangat bersahabat dengan pemuda dan bisa menjadi tempat berdiskusi bagi para pemuda Kudus. Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada owner kedai kopi tersebut.

“Kami senang karena mendapat dukungan dari Sidji Coffee. Kedai ini sangat cocok untuk menjadi tempat berdiskusi para pemuda di Kudus,” jelasnya.

Di hadapan para peserta yang berasal dari 80 karang taruna di Kabupaten Kudus dengan jumlah tidak kurang dari 100 orang itu, Fiza Akbar menjelaskan, untuk dapat menjadi pemuda yang merdeka dalam berkarya, harus memiliki tiga hal. Antara lain, pemuda harus memiliki karakter moral dan kinerja yang baik.

“Kedua, pemuda harus memamahi literasi dan mampu mengembangkan imajinasinya. Ketiga pemuda harus memiliki kompetensi agar memiliki daya saing di dunia usaha,” jelas Firza sapaan akrabnya.

Dia juga mengkritik tentang kurangnya critical conpetention di kalangan pemuda. Menurutnya, hal ini sebagai akibat dari segala kemudahan yang di dapat sehingga kaum muda berada dalam zona nyaman. Meski demikian, Firza tetap berharap agar karang taruna tetap dapat menjadi teladan, terus mengasah kepakaan dan kepedulian terhadap setiap perkembangan yang ada di sekitarnya.

“Terutama dalam mendukung program-program pemerintah yang sedang berjalan saat ini. Yang terpenting adalah bagaimana karang taruna dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial di tempatnya masing-masing” tutur Firza.

Sementara Valerie Yudistira Pramudya yang didapuk menjadi narasumber kedua, memulai dengan mengisahkan tentang dirinya yang sejak dini telah dibentuk oleh orang tua untuk berdikari dan mandiri. Menurutnya, untuk menjadi wirausahawan sukses harus dimulai dengan memiliki visi dan misi.

Baca juga: Sidji Coffee Siap Jadi Tempat Promosi UMKM Kudus

“Selain itu, pilar kebudayaan perusahaan, di mana visi disusun dengan orientasi 10 tahun ke depan dan selalu menjadi bahan evaluasi tahunan. Kemudian, misi disusun dengan penuh tanggung jawab dan kedisiplinan, untuk menunjang visi,” terangnya.

Yang tidak kalah penting katanya, harus berpilar kebudayaan untuk dijadikan pondasi sebuah organisasi. Secara teknis untuk memulai usaha harus menguasai pengetahuan produk, memahami detail, harga, kualitas, cita rasa, dan asal produk.

“Secara manajerial seorang usahawan harus mengetahui akuntansi dasar, membuat harga pokok produksi (HPP) dan membuat tata keloka buku KAS. Karena hal itu sangat penting untuk mengelola keuangan agar kesehatan usaha tetap terjaga,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler