BETANEWS.ID, KUDUS – Pembangunan Instalasi Bedah Sentral (IBS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmonohadi Kudus sudah mulai dikerjakan. Saat ini sedang tahap perakitan besi dan pemancangan paku bumi untuk penopang bangunan. Pembangunan yang baru beberapa pekan itu diklaim sudah melampui target.
Hal itu diungkap oleh Plt Direktur RSUD Lokemono Hadi Kudus yakni Abdul Hakam. Dia mengungkapkan, pembangunan IBS RSUD Kudus direncanakan rampung 155 hari. Pengerjaan dimulai pada 26 juli 2022 dan ditarget selesai pada 27 Desember 2022.
“Saat ini pengerjaan baru sebulan. Dilihat dari evaluasi mingguan, pengerjaannya sudah sangat bagus. Sebulan berjalan, pembangunan sudah 0,68 persen dari target 0,58 persen,” ujar pria yang akrab disapa Hakam kepada awak media, Selasa (23/8/2022).

Baca juga: DPRD Kudus Ancam Anggaran untuk Pembangunan IBS RSUD Kudus Dialihkan ke RS Lain
Hakam mengungkapkan, pembangunan gedung IBS dikerjakan oleh PT Duta Mas dan PT Sembilan-Sembilan Cahaya. Sedangkan pengawasan pembangunan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Inspektorat serta melibatkan manajemen kontruksi (MK) dari PT Aresta untuk pengawasan terkait ketepatan biaya, mutu serta ketepatan waktu pengerjaan.
“Jadi sangat diawasi dengan ketat. Termasuk spesifikasi bahan yang akan digunakan untuk pembangunan gedung IBS. Jika ada yang tidak sesuai spesifikasi akan ditolak,” ungkapnya.
Dia menuturkan, gedung IBS RSUD Kudus nantinya dibangun tiga lantai. Lantai satu untuk sterilisasi alat kesehatan dan dua kamar operasi. Lantai dua terdiri dari enam kamar operasi, sedangkan lantai tiga nantinya adalah ruang Intensive Care Unit (ICU).
“Untuk anggaran pembangunan gedung IBS itu kurang lebih Rp 59 miliar, dengan nilai kontrak kurang lebih Rp 56 miliar,” bebernya.
Dia mengungkapkan, meski terbilang singkat, yakni kurang lebih lima bulan pengerjaan. Namun, pihaknya yakin pembangunan gedung IBS RSUD Kudus akan selesai tepat waktu.
“Dengan progres yang berjalan, kami tetap yakin pengerjaan gedung IBS akan selesai tepat waktu. Bahkan pihak kontraktor nantinya siap bekerja 24 jam nonstop,” ungkapnya.
Sementara, Konsultan Manajemen Konstruksi dari PT Aresta yakni Suhartotok mengatakan, pihaknya terus mengawasi proses pembangunan gedung IBS RSUD Kudus secara detail. Antara lain, spesifikasi bahan yang digunakan, mutu, serta progres pembangunan yang harus tepat waktu sesuai target.
“Tugas kami adalah BMW. Yakni menjaga biaya pembangunan agar tepat, menjaga mutu bangunan termasuk bahannya, serta ketepatan waktu pengerjaan yang tidak boleh meleset,” ujar Totok.
Baca juga: DPRD Kudus Pertanyakan Sistem Lelang yang Gagalkan Pembangunan Gedung IBS
Dia mengatakan, semua bahan yang digunakan untuk pembangunan gedung IBS kualitasnya pun dilakukan uji. Misal besi dilakukan uji tarik di Universitas Diponegoro, sedangkan untuk kekuatan beton diuji di Wijaya Karya (Wika) Beton.
“Jadi semua spesifikasi bahan kami cek. Jika ada yang tidak sesuai spesifikasi akan kami tolak,” tandasnya.
Pihaknya meyakini, rekanan pelaksana pembangunan gedung IBS punya strategi agar pekerjaan bisa tepat waktu. Berdasarkan kalkulasi, supaya pekerjaan bisa selesai sesuai kontrak, para pekerja pun akan bekerja lembur hingga pukul 22.00 WIB.
“Bahkan, dari pihak pelaksana proyek bersiap untuk bekerja 24 jam. Oleh sebab itu kami optimis pembangunan gedung IBS ini bisa selesai sesuai target,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

