31 C
Kudus
Selasa, Juni 28, 2022
spot_img
BerandaKUDUSDPRD Kudus Ancam...

DPRD Kudus Ancam Anggaran untuk Pembangunan IBS RSUD Kudus Dialihkan ke RS Lain

BETANEWS.ID, KUDUS – Komisi D DPRD Kudus mengultimatum, agar gagalnya lelang tender pembangunan gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmonohadi tidak terulang lagi. Jika itu terjadi lagi, Komisi D DPRD Kudus mengancam akan menghibahkan dana pembangunan itu ke rumah sakit kelas 2 lainnya yang ada di Kota Kretek.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi D Mukhasiron saat rapat kerja bersama Direktur RSUD Loekmonohadi serta Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa Setda Kudus. Menurutnya, proyek pembangunan gedung IBS sudah dianggarkan pada tahun 2020 dan gagal, sekarang tahun 2021 juga gagal lagi, akibat gagal lelang tender.

“Jika itu berlanjut, masyarakat Kudus yang dirugikan. Mereka tidak bisa mendapatkan pelayanan terbaik dari RSUD. Kalau lelang tender pembangunan gedung IBS gagal lagi mending dananya kami hibahkan ke rumah sakit tingkat dua di Kudus, tidak usah lelang itu,” ujar Mukhasiron.

- Ads Banner -

Baca juga : DPRD Kudus Pertanyakan Sistem Lelang yang Gagalkan Pembangunan Gedung IBS

Suara setuju dari anggota Komisi D pun menggema di ruangan tersebut. Bahkan ada yang menyeletuk nama satu rumah sakit yang ada di Kudus agar dapat dana hibah tersebut.

Sedangkan anggota Komisi D yang lain yakni Sayid Yunanto menyoroti keamanan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Pemerintah Kabupaten Kudus yang mudah diretas. Sehingga mengakibatkan lelang tender proyek gedung IBS tersebut gagal, meski sudah ada pemenang.

“Terlepas siapa pemenangnya, dasarnya apa lelang proyek gedung IBS kok dibatalkan. Peretasan itu juga masih tahap dugaan dan belum diketahui siapa pelakunya,” ujar pria yang akrab disapa Sayid.

Ia mengkhawatirkan, pembatalan proyek IBS akan jadi boomerang di kemudian hari. Sebab, di kasus itu ada potensi pemenang lelang yang digagalkan bisa menggugat balik. Jika hal itu terjadi akan menjadi kerugian bagi Pemkab Kudus.

“Bila itu terjadi, bisa rugi dua kali Pemkab Kudus. Rencana pembangunan untuk pelayanan masyarakat tertunda, selain itu juga ada gugatan balik dari rekanan,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kudus yakni Doni Tondo Setiaji mengatakan, dari awal lelang pembangunan IBS sudah bermasalah, diawali dengan pembukaan penawaran. Menurutnya, seharusnya ketika kelompok kerja (Pokja) membuka akunnya ada dokumen penawaran lelang dari penyedia. Namun pada saat itu kosong, serta tidak ada satu pun dokumen penawaran.

“Kami pun melaporkan ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), yang kemudian diproses,” ungkap pria yang biasa disapa Doni.

Setelah diproses oleh LKPP, lanjut Doni, akun bisa dibuka dan ada sembilan dokumen penawaran. Kemudian Pokja membuka akun dan melakukan evaluasi. Menurutnya, yang jadi bahan evaluasi apa yang ada di akun Pokja tersebut.

“Dalam evaluasi dan kualifikasi itu ada satu pemenang dan ditetapkan sebagai pemenang sekaligus diumumkan,” bebernya.

Namun kata dia, dalam masa sanggahan, ada sanggahan dari beberapa peserta lelang yang meyatakan, bahwasannya mereka merasa lengkap memasukan penawaran, tapi dibekukan. Serta ada peserta yang akunnya disalahgunakan orang dengan IP tertentu untuk merubah dokumen kualifikasi peserta.

“Pokja pun tidak serta merta menyetujui sanggahan peserta. Namun kita klarifikasi ke LKPP, apakah benar ada penggunaan akun yang tidak sah,” ungkapnya.

Baca juga : Sidak Sekolah Rusak, Ketua DPRD Kudus Sebut Kinerja Disdikpora Lemah

Kemudian kata dia, LKPP pun mengungkapkan, adanya beberapa penyedia yang dilakukan perubahan datanya dengan ip yang sama. Dalam hal ini menggunakan ip Diskominfo Kabupaten Magelang. Sehingga LKPP pun menyatakan, adanya indikasi peretasan dalam lelang pembangunan IBS.

Menurutnya, karena adanya penyalahgunaan akun, sehingga menjadikan kerugian di peserta. Serta terjadi persaingan lelang yang tidak sehat. Karena ada peserta yang dicurangi, yang mengakibatkan peserta itu gugur.

“Padahal potensi peserta itu juga tinggi, karena nilai penawarannya juga tinggi jauh lebih kompetitif dari peserta yang ditetapkan sebagai pemenang,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler