31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaSejarahMengenal Mochtar HS,...

Mengenal Mochtar HS, Bupati Kudus yang Dikenal Jujur dan Sederhana Hingga Diberi Rumah oleh Warganya

BETANEWS.ID, KUDUS – Mochtar Harjo Soewignyo (HS) merupakan Bupati Kudus ke-19. Bupati yang memimpin Kudus pada tahun 1966 itu dikenal oleh rakyat sebagai pribadi yang jujur. Bahkan, saking jujurnya, di akhir menjabat beliau tidak mempunyai rumah, sehingga rakyat pun berinisiatif membelikan rumah.

Kabar tersebut pernah dimuat di surat kabar Sinar Harapan yang terbit pada tanggal 11 Juni 1970, dengan judul “Bekas Bupati Kudus Mendapat Rumah Dari Rakjat”. Artikel tersebut kemudian dimuat ulang di media sosial Facebook Perpustakaan Nasional.

Saat dikonfirmasi ke pihak keluarga, anak kelima dari Mochtar HS yakni Min Afiatun (65) pun membenarkan kabar tersebut. Dia mengungkapkan, almarhum ayahnya menjabat bupati Kudus pada masa transisi Pemerintahan Orde Lama (Orla) ke Orde Baru (Orba), yakni tahun 1966.

Makam Mochtar HS yang berada di Pemakaman Umum Desa Kaliputu. Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga: Cerita Getir Masa Kecil Bupati Kudus, Usia 6 Tahun Sudah Bekerja Agar Bisa Makan

“Ayah saya sewaktu menjabat jadi Bupati Kudus memang tidak punya rumah. Dulu keluarga kami hidup mengontrak rumah di Desa Kaliputu Gang 3, Kecamatan Kota,” kenang perempuan yang akrab disapa Min kepada awak media, Jumat (19/8/2022).

Warga Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota itu mengungkapkan, ayahnya menjabat jadi Bupati Kudus selama satu tahun. Meski cukup singkat, tapi kepimpinan yang didasari dengan kejujuran itu sangat menyentuh hati rakyat. Oleh sebab itu, saat masa jabatannya berakhir, ayahnya yang bukan asli warga Kudus pun berniat pulang ke tanah kelahirannya di Sumenep, Madura, tapi dicegah oleh rakyat.

“Saat akan pulang itu, ada beberapa warga yang bertanya. “Lho pak mau kemana?”, ayah saya pun menjawab mau pulang ke Sumenep, di sini (Kudus) kami tak punya rumah,” beber Min menirukan perkataan almarhum ayahnya.

Mendengar itu, lanjutnya, warga pun meminta ayah Min untuk mengurungkan niatnya pulang ke Sumenep. Warga pun kemudian berinisiatif iuran untuk membelikan rumah. Min mengungkap, rumah yang dibelikan warga itu berada di Desa Glantengan, dekat sama Jenang 33.

“Melihat kegigihan warganya, ayah saya pun akhirnya tidak balik ke Sumenep tapi tidak mau menempati rumah hadiah dari para warga tersebut. Ayah dan ibuku memutuskan untuk tetap hidup mengontrak,” ungkapnya.

Namun karena iba, tuturnya, kemudian warga pun berinisiatif menjual lagi rumah tersebut dan uangnya dibuat untuk membeli rumah yang dikontrak oleh ayahnya. Menurutnya, ayahnya saat itu menerima keputusan warga.

“Padahal saat itu ayah saya juga ditawari rumah di Desa Barongan yang sekarang dibangun Toko Depo Murah, serta rumah di depan Polres Kudus yang lama. Namun, semua ditolak. Ayah saya lebih memilih rumah sederhana di Desa Kaliputu karena selalu ingin dekat dengan warga,” jelasnya.

Sementara itu cucu pertama Mochtar yakni Andi Budiman Mochtar (49) mengatakan, bahwa eyangnya tersebut lahir di tahun 1909 dan meninggal pada tahun 1999. Selama beliau hidup, yang ditekankan pada anak dan cucunya adalah agar menjalani hidup dengan jujur dan sederhana.

“Bahkan eyang saya berpesan hidup itu harus selalu jujur. Jadi laki-laki jangan pernah berjanji jika tidak bisa menepati,” ujar Andi.

Baca juga: Kisah Mbah Rogo Moyo, Penyebar Agama Islam dan Maestro Rumah Adat Kudus

Dia melanjutkan, eyangnya yang meninggal pada tahun 1999 dimakamkan di pemakaman umum Desa Kaliputu. Hal itu sesuai dengan wasiatnya, bahwa saat meninggal beliau tidak mau dimakamkan di Makam Pahlawan. Namun, beliau ingin dimakamkan di pemakaman umum agar selalu dekat dengan rakyat.

“Eyang kami memang salah satu pejuang kemerdekaan di Lereng Muria. Oleh sebab itu beliau semasa hidup pernah ditawari jika kelak meninggal agar mau dimakamkan di Makam Pahlawan Kudus. Tapi hal itu ditolak, karena beliau ingin hidup dan matinya selalu dekat dengan rakyat,” ungkapnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler