BETANEWS.ID, KUDUS – Abdul Ghofur terlihat sedang memantau pakan dan minuman yang tersedia di kandang ayam petelur di area Mojodadi Farm, Desa Gribig, Kecamatan Gebog. Sehari-hari, ia memang lebih banyak beraktivitas di tempatnya mengais rezeki sejak 2020 lalu. Mengingat, usaha itulah gantungan hidupnya setelah memutuskan keluar dari pabrik.
Ghofur bekerja di pabrik pembuatan sound active Profotex sejak 1990 hingga 2020. Sejak mendapati sound system mulai ditinggalkan pembeli, ia kemudian memikirkan untuk merintis usaha ayam petelur bersama kawannya.

“Sejak ada speaker bluetooth, penjualan sound active mulai sepi. Sebagai ancang-ancang sebelum resign, saya dan teman yang juga bekerja di sana muncul ide merintis usaha dengan ayam petelur ini,” beber Ghofur kepada betanews.id, Rabu (27/7/2022).
Baca juga: Bisnis Ayam Petelur yang Menjanjikan, 1.200 Ayam Bisa Hasilkan Jutaan Sehari
Saat merintis usaha, Ghofur hanya mempunyai 300 ekor ayam saja. Kandangnya juga masih di pekarangan rumah sampai 2021. Baru setelah ada lahan kosong milik Desa Gribig di Mojodadi Farm, ia kemudian pindah dan kemudian menambah ayamnya menjadi 1.200 ekor.
“Untuk hasil telur setiap hari saat ini bisa sampai 60 kilogram. Hasil itu 85 persennya dari jumlah ayam yang tersedia,” ujar bapak tiga anak tersebut.
Warga Desa Gribig RT 4 RW 7, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu menambahkan, harga pasaran telur ayam saat ini di angka Rp28 ribu per kilogramnya. Jika dihitung, penghasilan hariannya bisa mencapai jutaan.
Baca juga: Bisnis Bebek Petelur yang Menggiurkan, Keuntungan per Hari Hingga Rp2 Juta
Sedangkan untuk pemasaran ia tidak kebingungan, karena telur tersebut sangat mudah penjualannya. Ada beberapa bakul yang langsung mengambil ke kandang, dan kadang ia juga menjual langsung ke warung kelontong terdekat.
“Semoga bisa menambah kapasitas ayam lagi, supaya hasilnya juga bisa semakin banyak,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

