Layang-Layang Superman hingga Kapal Layar Hiasi Langit Pantai Bandengan Jepara

0

Seorang pria bule mengenakan topi tampak sibuk menerbangkan layang-layang berbentuk kucing di Pantai Bandengan, Jepara, Sabtu (20/8/2020). Pria yang berasal dari Polandia itu bernama Wieslaw Gwizdala (56). Setelah layang-layangnya terbang dan diikat di sebuah karung berisi tanah, Wieslaw berbagi cerita kepada Tim Beta Explore tentang hobinya tersebut.

Wieslaw Gwizdala, pelayang dari Polandia yang ikut menyemarakkan Festival Layang-Layang Prabangkara. Foto: Kaerul Umam

“Saya dari Polandia, datang ke sini untuk festival layang-layang karena saya suka menerbangkan layang-layang. Saat ini saya tinggal di Indonesia,” kata Wislaw menggunakan Bahasa Inggris, saat mengikuti Festival Layang-Layang Brabangkara di Pantai Bandengan, Jepara.

Dia bercerita, sejak kecil dirinya memang menyukai layang-layang. Waktu masih kecil dirinya membuat layang-layang dari kertas. Pria yang mulai bisa sedikit Bahasa Indonesia itu mengaku sudah pernah menerbangkan layang-layang di berbagai negara.

“Saya sudah pernah menerbangkan layang-layang di berbagai negara, seperti Indonesia, Polandia, Ukraina, Malaysia, India dan masih banyak lagi. Saya begitu cinta olahraga layang-layang,” ungkapnya.

Wieslaw menerbangkan layang-layang dengan berbagai macam bentuk, seperti kucing, ikan dan superman. Layang-layang yang ia terbangkan tersebut berjenis layangan inflatable. Menurutnya, layang-layang yang ia miliki tidak dijual di Indonesia. Bahan yang digunakan yakni ripstop nylon.

- advertisement -

“Harganya mahal,” katanya menggunakan bahasa indonesia sambil tertawa saat ditanya harga layangannya.

Layang-layang inflatable yang diterbangkan Wieslaw. Foto: Kaerul Umam

Selain peserta dari manca negara, Festival layang-layang yang digelar di Pantai Tirta Samudra atau lebih dikenal dengan sebutan Pantai Bandengan itu juga dikuti peserta dari berbagai daerah. Satu diantaranya adalah Oris (28), peserta layang-layang aduan dari Boyolali.

Usai menumbangkan lawannya di babak penyisihan, Oris menjelaskan, bahwa layang-layang yang ia bawa sudah pernah mendapat juara sebelumnya. Dan kali ini dia yakin akan memenangkan perlombakan tersebut.

“Persiapan yang penting mental, yakin bisa menang, karena butuh fokus saat pertandingan. Layang-layang ini pernah juara Piala Gubernur DKI Jakarta dan mendapat hadiah Rp 45 Juta. Ini saya sendiri yang biki, karena pekerjaan saya memang membuat layang-layang,” bebernya.

Layang-layang naga dalam eksebisi Festival Layang-Layang Prabangkara. Foto: Kaerul Umam

Selain mental, menurutnya teknik juga perlu dilatih. Mempersiapkan benang juga tidak kalah penting, sebelum bertandia biasanya Oris butuh tiga hari untuk mempersiapkan diri.

“Setiap permainan selesai selau ganti benangnya, karena benang yang sudah digunakan tadi pasti memiliki luka. Benangnya juga ada campuran dan strategi khusus agar tidak melukai tangan,” katanya.

Oris menambahkan, jika menang lomba, harga layang-layang buatannya juga semakin mahal. Kini ia menjual layang-layang buatannya dengan harga Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu.

“Buatan saya ya sudah tidak Rp 2 ribu lagi. Karena saya sudah punya nama sebagai juara jadi layang-layang buatan saya juga harganya ikut naik,” tambahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini