31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Kepala KPP Pratama Sebut di Kudus Ada Ribuan ‘Penumpang Gelap Pajak’

BETANEWS.ID, KUDUS – Penghasilan terbesar Negara Indonesia saat ini masih didominasi dari sektor pajak. Bahkan pajak disebut sebagai penopang utama perekonomian negara. Namun, sayangnya masih ada penumpang gelap pajak, bahkan di Kudus jumlahnya sangat banyak.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus yakni Muhammad Andi Setijo Nugroho mengatakan, penumpang gelap pajak maksudnya adalah mereka yang dengan bangga menikmati fasilitas negara, tapi tak mau membayar pajak sebagaimana mestinya. Jangankan membayar, menyampaikan harta kekaayaannya dalam Surat Pemberitahuan Tahunan pun tidak mau.

Kegiatan Pajak Bertutur di SMAN 1 Kudus. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: KPP Pratama Kudus Beri Pemahaman Pajak Sejak Dini Kepada Pelajar

-Advertisement-

“Penumpang gelap pajak di Kudus ini jumlahnya sangat banyak, capai ribuan wajib pajak. Sebab wajib pajak kami itu ada puluhan ribu,” ujar pria yang akrab disapa Andi kepada Betanews.id, Kamis (18/8/2022).

Andi mengatakan, pihak KPP Pratama Kudus memiliki database terkait jumlah Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) serta berapa yang di atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Sehingga dengan database itu, pihaknya bisa tahu para wajib pajak itu sudah melakukan kewajibannya atau belum.

“Antara lain sudah melakukan penyampaian SPT tahunan atau belum. Sudah membayar pajak atau belum, itu kami bisa tahu semua,” bebernya.

Dia mengungkapkan, selama ini uang pajak digunakan untuk membangun jalan, jembatan, rumah sakit, serta fasilitas umum lainnya. Disebutnya, mereka ikut menikmati fasilitas itu tapi tidak mau membayar pajak. Oleh sebab itu disebut penumpang gelap pajak.

“Jadi, jika memang menikmati fasilitas harusnya bayar pajak dong. Khususnya, wajib pajak orang pribadi di Kudus ini sangat rendah kepeduliannya untuk membayar pajak,” tandasnya.

Baca juga: Penerimaan Pajak Sudah Capai 73,60 Persen, KPP Pratama Kudus Peringkat Pertama se-Jateng

Selama ini, kata dia, pihaknya pun sudah berupaya untuk meminimalisir hal tersebut. Tim KPP Pratama Kudus tak segan untuk turun ke kecamatan atau pelosok desa untuk memberikan sosialisasi. Termasuk juga sosialisasi melalui media sosial dan lain sebagainya.

“Jadi kita tidak tinggal diam. Imbauan bahkan teguran sering kita lakukan. Supaya penumpang gelap sadar dan dengan sukarela ikut berkontribusi terhadap negara, melalui tertib pajak,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER