BETANEWS.ID, SEMARANG – Di tengah maraknya kasus monkeypox atau cacar monyet, Dinas Kesehatan Kota Semarang memastikan, bahwa di Semarang kasus tersebut belum terdeteksi.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang Abdul Hakam, setelah menemani Wali Kota Semarang meresmikan pembukaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Balai Kelurahan Sendanguwo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
“Sejauh ini belum ada, kemarin sempat ada suspek tapi ternyata bukan. Cacar monyet itu juga termasuk virus,” katanya.
Baca juga: Antisipasi Cacar Monyet, Ini Gejala yang Patut Diwaspadai
Meskipun sejauh ini Kadinkes belum menemukan kasus di Semarang, pihaknya mengaku akan gencar melakukan beberapa pemeriksaan terkait kasus baru yang kini masuk di Indonesia maupun di Semarang.
“Meski belum ada kasus, kita tetap berupaya untuk gencar melakukan pemeriksaan seandainya ada paparan kasus-kasus baru yang masuk,” ujarnya.
Hakam menambahkan, jika nantinya ditemukan kasus cacar monyet, akan ada aturan karantina terhadap orang yang dicurigai terpapar virus tersebut, sembari melakukan pengecekan untuk memastikan benar terkena penyakit cacar monyet.
“Kalau nantinya ada yang dicurigai terpapar, kita akan memberikan aturan untuk karantina, atau kasus suspek segera kita lakukan pemeriksaan sehingga ketahuan dia cacar monyet,” tambahnya.
Dikteahui, sebelumnya pada 23 Juli, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan infeksi cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.
Editor : Kholistiono

