31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaKISAHCerita Misbah Jual...

Cerita Misbah Jual Pentol Khas Muria dengan Brand Pentol Gebyur yang Masih Eksis Hingga Kini

BETANEWS, KUDUS – Pria itu tampak sibuk menata kursi dan siap membuka dagangannya di outlet yang bertuliskan Pentol Gebyur di Jalan Arif Rahman Hakim Nomor 2 RT 3 RW 7, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.  Pria bernama Misbah (45) itu, sudah berjualan Pentol Gebyur sejak tujuh tahun lalu.

Menurut pria yang akrab disapa Pak De tersebut mengatakan, Pentol Gebyur yang dijualnya tersebut merupakan pentol khas Muria, yang resepnya asli Colo. Ia pun menyebut kalau jajanan yang dijualnya diambil dari sana.

Ia menyebut, sengaja tidak meminta resep dari pemiliknya, lantaran ingin terus menjalin hubungan silaturahmi. Bagi Misbah, dengan menghargai karya orang lain, dapat menjadikan usahanya bertahan lama.

Pentol Gebyur yang memiliki cita rasa khas Muria. Foto: Sekarwati.
- Ads Banner -

Baca juga: Menikmati Enaknya Pentol Gebyur Misbah, Saus Kacangnya Punya Rasa Khas yang Bikin Nagih

“Resepnya itu dari sana dan kami tidak akan minta, karena menghargai karya dan mungkin itu yang menjadikan usaha ini bertahan sekian tahun,” katanya pada betanews.id.

Misbah melanjutkan, Pentol Gebyur hampir sama seperti pentol biasanya, akan tetapi memiliki ciri khas pada sausnya. Hal itu juga ia dapatkan dari pembuat asli pentolnya, yang saat ini banting stir menjual Mi Ayam dan Bakso.

“Pentol yang memiliki cita rasa saus yang khas di Muria itu hanya beberapa orang. Salah satunya yang buatkan khusus untuk kami. Jadi yang mengolahkan produk kami ini, sekarang tidak jual pentol, tapi Mi Ayam Bakso, karena banting stir setelah karyawannya pada mandiri,” imbuhnya.

Bermula bernama Pentol Muria Indah, pada tahun 2011 Misbah meminta izin kepada pemilik resminya agar mendirikan identitas usahanya sendiri. Setelah mendapatkan persetujuan, sampai sekarang Misbah pun menjual dagangannya dengan julukan Pentol Gebyur.

“Ini pakai nama Pentol Gebyur sejak empat tahun yang lalu atau 2019. Dulu pakai brand Pentol Muria Indah, kemudian kami izin dan rebranding,” terangnya.

Misbah menjelaskan, istilah gebyur itu diambil dari bahasa Jawa yang artinya disiram. Ia mendapatkan usulan dari pendongeng nasional asal Purwodadi, yakni Kak Erwin, agar menggunakan konsep itu dalam produknya.

“Buat nama Gebyur, saat itu juga dengan pendongeng nasional yang mengusulkan nama sekarang, karena kita memakai konsep disiram yang kalau bahasa Jawanya dikenal gebyur,” jelasnya.

Ia mulai membuka outletnya dari pukul 10.30-20.30 WIB, dan Jumat pukul 13.30-20.30 WIB. Pelanggan Misbah, kini merambah ke beberapa daerah, di antaranya Jakarta, Tasik, dan Palembang. Tidak hanya itu, semenjak Misbah mengganti kemasannya dengan cup, kini Pentol Gebyurnya dapat terjual ke beberapa instansi di lingkungan Pemkab Kudus dan Bank Mandiri.

Baca juga: Bisa Habiskan Ratusan Porsi Sehari, Pentol Kekinian Ini Sediakan Aneka Varian Rasa

“Alhamdulillah sekarang pentol dikemas dalam bentuk cup bisa masuk instansi. Kira-kira tiga tahun yang lalu, sampai sekarang yang masih langganan kantor Kabupaten Kudus dan karyawan Bank Mandiri,” ujarnya.

Pentol Gebyur yang setiap harinya habis 1000 pcs ini, dijual dengan berbagai harga. Untuk kemasan plastik, Misbah menjual Rp 500 per bijinya. Sedangkan cup dengan beberapa paketan, di antaranya Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan Rp20 ribu.

“Susahnya kalau pas sepi, cari Rp 50 saja susahnya bukan main, tapi kalau ramai, mencari omzet Rp1 juta sehari bisa,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler