BETANEWS.ID, JEPARA – Seorang pria tampak sibuk di depan layar komputer di rumah produksi perhiasan monel di Desa Krasak, Kecamatan Pecangan, Kabupaten Jepara. Sambil mendesain kalung bentuk nama, dia terlihat berbincang-bincang dengan beberapa orang yang sedang membuat beberapa aksesoris. Pria itu adalah Tri Ahmad Ridwan (26), pemilik usaha Kalung Nama Murah Handmade.
Di sela-sela aktivitasnya, Tri bersedia berbagi kisah usahannya kepada betenews.id soal usaha Kalung Nama Murah Handmade yang dirintis 2018 lalu.

“Awalnya dulu main kerumah teman yang punya usaha kalung nama di Kriyan. Karena tertarik, saya ikut jualan jadi reseller. Ketika itu, saya masih kerja di pabrik dan kemudian nyambi jualan,” katanya, Kamis (28/7/2022).
Baca juga: Perhiasan Monel yang Bisa Custom Nama di Jepara Ini Sudah Tembus Pasar Luar Negeri
Dengan modal dari tabungan sebesar Rp10 juta, dirinya mulai menyetok barang dari temannya. Waktu itu, ia membuat lima akun agar jangkauan pembeli semakin luas dan menarik pasaran. Kelima akun itu menjual produk yang berbeda-beda yaitu kalung, gelang, cicin, anting, dan bros.
Cara yang dilakukannya cukup efektif, terbukti dengan semakin banyaknya pemesanan yang membeli aksesoris nama baik kalung, gelang, cincin, anting, dan bros.
Karena aksesoris nama semakin banyak peminat, lanjut dia, banyak orang yang kemudian menjual produk yang sama dengannya. Persaingan harga pun tidak bisa ia hindari. Ditambah permintaan yang semakin banyak, tentu menjadi penjual dengan sistem reseller tak banyak menguntungkan untuknya.
Baca juga: Kisah Huda Cari Rezeki dari Kaligrafi, Pernah Terlilit Utang hingga Tak Dibayar Pemesan
Makanya pada 2021, ia memutuskan untuk membangun usaha aksesoris nama secara mandiri. Berkat keuletan dan kerja kerasnya, kini ia memiliki 4 karyawan yang terdiri dari admin, perakit dan packing. Untuk pengrajin yang membuat liontin nama, ia terapkan sistem borongan dengan dikerjakan di rumah masing-masing.
DI tempatnya ia menyediakan aksesoris mulai dari kalung, gelang tangan, gelang kaki, cincin, anting, dan bros dengan berbagai model. Harganya sangat terjangkau yakni mulai Rp45 ribu sampai Rp100 ribu.
“Pembelinya berbagai daerah di Indonesia dan sampai ke Taiwan dan Arab. Untuk omzet penjualan sebulan antara Rp150 juta sampai Rp250 juta,” bebernya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

