BETANEWS.ID, SEMARANG – Umi Dewi Lestari terlihat bersemangat melayani pembeli di lapaknya yang berada di Pasar Kambing Semarang, di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Hari itu, ia sudah berhasil menjual beberapa kambing untuk Hari Raya Iduladha.
Umi mengakui, di hari-hari menjelang Hari Raya Kurban, ia bisa menjual delapan hingga 10 kambing setiap hari. Hal ini tentunya sudah ada banyak peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
“Kalau sudah mendekati IdulAdha, kalau cuacanya bagus tidak hujan, bisa menjual 8 sampai 10 kambing tiap harinya,” katanya, Kamis (7/7/2022).
Baca juga: PMK Tak Berdampak pada Pembelian Hewan Kurban di Pasar Kambing Semarang
“Penjualan tahun ini lebih bagus, beda dari tahun kemarin. Mungkin karena tahun ini pandemi sudah mulai turun ya. Jadi maupun PMK sedang naik, dari segi penjualan tidak berpengaruh sama sekali,” lanjutnya.
Di lapak yang mulai dibukanya pada 30 Juni lalu itu, ia menyediakan kambing Jawa, Etawa, dan gibas. Harganya mulai Rp3,5 juta hingga Rp4 juta, tergantung dari jenis dan berat badannya. Lapak itu bisa melayani pembelian selama 24 jam.
“Sejauh ini yang paling dicari jenis kambing Etawa sama Jawa. Kalau yang gibas itu jarang,” tambahnya.
Baca juga: Meski Sudah Mampu Jual 100 Ekor, Syahid Sebut Penjualan Kambing Kurban Tahun Ini Lesu
Kemudian untuk menjaga kesehatan dan menaikkan berat badan hewan ternaknya, Umi pun memberikan makanan yang bergizi secara berkala, seperti memberikan pakan dedak setiap pagi lalu siang hingga sore diberikan daun, dan untuk malam hari campuran dedak dan air kedelai.
Menurut Umi, pembelinya cukup beragam, mulai dari daerah kota, Tembalang, Kedungmundu, dan masih banyak lagi.
“Lapaknya bakal dibongkar sampai besok Senin siang, setelah lebaran,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

