BETANEWS.ID, SEMARANG – Beberapa penjual kambing terlihat mulai meramaikan pasar Kambing Semarang yang berada di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Mereka tampak sibuk melayani para pembeli yang datang silih berganti mencari kambing untuk kurban di Hari Raya Iduladha.
Salah satu penjual, Umi Dewi Lestari menjelaskan, menjelang Iduladha, biasanya penjual kambing memang mulai meramaikan pasar tersebut. Ia sendiri mulai manjajakan kambing sejak 30 Juni 2022 lalu.
Meski Penyakit mulut dan kuku (PMK) mewabah, Umi melihat tak ada dampaknya pada penjualan. Bahkan, penjualannya justru makin ramai jika dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga: Dekati Iduladha, Hewan Kurban di Solo Rutin Dicek Kesehatannya
“Harganya tidak naik, tidak berpengaruh. Cuma stok hewan jadi semakin langka, karena banyak yang mati,” bebernya saat ditemui, Kamis (7/7/2022).
Walau tidak terdampak, Umi mengaku tetap ada kebijakan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang untuk masing-masing pedagang, salah satunya adalah sudah berizin.
“Kalau dulu tidak ada izin apa-apa, buka lapak tinggal buka saja. Tapi karena ada PMK sekarang ada izin dan harus ada surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan, kita ngurusnya dari kelurahan,” katanya.
Baca juga: Meski PMK Merebak, Anto Ternyata Mampu Jual 66 Kambing untuk Kurban
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Agus Wuryanto mengatakan, mengenai izin pedagang untuk mendapatkan surat keterangan sehat, pihaknya mengaku hal tersebut bukan suatu kewajiban, karena jumlah dokter hewan yang memeriksa pun sangat terbatas.
“Surat keterangan sehat itu tidak wajib, hanya sebagai pelengkap saja. Karena surat kesehatan itu kan prosedurnya setiap hewan harus diperiksa dulu sama dokter hewan. Nah sedangkan dokter hewan setiap daerah itu terbatas,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

