BETANEWS.ID, KUDUS – Persiku butuh anggaran hingga mencapai Rp4 miliar untuk mengarungi Liga 3 Zona Jawa Tengah. Anggaran tersebut disiapkan demi menggapai target manajeman baru yang ingin menjadi juara dan promosi Liga 2.
Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kudus Daniel Budi Sampoerna mengatakan, meski belum ditentukan tanggalnya, tapi dalam waktu dekat Liga 3 segera bergulir.
“Target jelas juara Liga 3 dan lolos Liga 2. Untuk mencapai itu dana pembentukan tim Persiku berkisar antara Rp2 miliar hingga Rp3 miliar. Bahkan kemungkinan bisa bengkak sampai Rp4 miliar,” ujarnya, Sabtu (9/7/2022).
Baca juga: Ditunjuk Jadi Manajer, Faisal Siap Bawa Persiku Juara dan Lolos ke Liga 2
Daniel mengungkapkan, dana tersebut memang tidak serta merta disediakan sekaligus karena akan disiapkan secara bertahap sesuai kebutuhan. Maka dari itu, beban Manajer Persiku Ahmad Faisal sangat berat.
Pihaknya pun akan segera melakukan seleksi pelatih dan kemudian seleksi pemain untuk Persiku. Untuk pelatih minimal berlisensi C AFC, sedangkan untuk pemain nanti disesuaikan dengan kebutuhan tim dan target yang ditetapkan.
“Karena ini targetnya juara Liga 2 jadi tidak ada harus 100 persen pemain lokal Kudus. Disesuaikan dengan kebutuhan tim. Meksi begitu pemain lokal Kudus masih diakomodir 60 persen,” jelasnya.
Di sisi lain, Ahmad Faisal ingin menyeleksi pelatih secara langsung meski ada tim seleksi. Sebab, ia ingin mengetahui profil pelatih secara pribadi.
“Hal itu saya lakukan agar pembentukan tim Persiku dilakukan secara profesional. Tak ada dusta di antara kita, tidak ada pelatih titipan atau pun pemain titipan,” ujarnya.
Baca juga: Kejuaraan Bulu Tangkis Bitingan Master XI Kudus Bakal Digelar, Catat Tanggal dan Syaratnya
Dia mengatakan, dengan pembentukan tim yang profesional, Persiku nantinya juga diisi oleh orang yang profesional juga. Ia akan ikut mencari pemain bertalenta dan tahan banting yang menasbihkan dirinya untuk sepak bola.
“Saya akan perbaiki manajemen Persiku agar lebih baik. Sebab uang yang akan digelontorkan untuk Persiku ini besar. Jika manajemennya buruk tentu akan berdampak pada prestasi Persiku. Manajemen yang baik maka akan terbentuk klub yang baik,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

