31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaKISAHMerantau ke Kudus...

Merantau ke Kudus Demi Penghasilan Layak, Medi Malah Sering Rugi Saat Jual Tahu Sumedang

BETANEWS, KUDUS – Menggoreng tahu Sumedang dengan kematangan merata, sudah menjadi keseharian Medi (65) di lapaknya yang berada di Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Tahu yang selalu disajikan dalam keadaan hangat itu harusnya mengundang banyak orang untuk mampir ke lapaknya.

Namun, upayanya menarik banyak pembeli itu tak selalu berbuah manis. Dalam pengakuannya, ia sering merugi dan harus nombok karena penghasilannya belum cukup untuk bayar setoran. Sebagai penjual yang tak bisa produksi sendiri, ia memang harus menyetor kurang lebih Rp200 ribu sehari, meski kadang hasil jualannya tak sampai sebesar itu.

Beberapa warga sedang membeli tahu Sumedang. Foto: Sekarwati

“Ini kan punya orang. Saya ikut orang saja karena tidak punya modal,” katanya, Rabu (6/7/2022).

- Ads Banner -

Baca juga: Menikmati Gurihnya Tahu Sumedang di Prambatan Kidul, Cuma Seribu Saja

Menjual tahu Sumedang dengan harga Rp1 ribu ternyata tidak selalu untung. Ia bahkan sering menambal kerugian antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Bahkan, meski dagangannya habis, ia lebih sering menggunakannya untuk makan dan bayar utang.

“Kalau nggak habis saya nombok, kadang-kadang Rp50 ribu, Rp100 ribu. Kalau habis ya buat makan dan bayar utang,” ungkap Medi.

Pendapatan yang tidak tentu hasilnya itu, membuat Medi merasa sedih jika tidak bisa mengirim uang kepada keluarganya di Sumedang. Medi mengungkapkan hanya mampu mengirim uang apabila ada sisa dari bayar setoran dan makan.

Baca juga: Kisah Pilu Nasidi, Gantungkan Hidup dari Jual Barongan Setelah Tinggal Sebatang Kara

“Saya punya anak lima. Kalau mau ngirim, ya jika ada uangnya. Pernah ngasih uang Rp200 ribu buat seminggu,” tuturnya.

Meski sudah setahun di Kudus, tempat jualannya itu rupanya belum begitu ramai. Bahkan jika ditotal, ia sudah merantau selama kurang lebih 30 tahun ke beberapa daerah untuk jualan tahu Sumedang.

“Saya di sini baru satu tahun, sebelumnya di Semarang pindah-pindah,” tandas Medi.

Editor: Ahmad Muhlisin

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler