Mahasiswa PMI IAIN Kudus Belajar Dunia Kopi di Goodang Kopi Muria

BETANEWS.ID, KUDUS – Belasan peserta safari literasi di balik layar kopi Muria tampak berkumpul di halam Goodang Kopi Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (23/7/2022) pagi. Mereka adalah mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IAIN Kudus.

Di titik kumpul tersebut, mereka mempersiapkan diri untuk naik ke kebun kopi yang berlokasi di Lereng Muria. Persiapan tersebut di antaranya melakukan pemanasan dan pembagian snack, minum, dan roti. Setelahnya, mereka dibagi lima kelompok yang masing-masing dipimpin oleh pembina dari Goodang Kopi Muria.

Saat menuju kebun kopi, peserta harus jalan kaki melewati jalan setapak yang kanan kirinya dipenuhi pepohonan dan perbukitan yang asri. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai di kebun kopi. Sesampainya di kebun, mereka diberi materi dan pemahaman tentang kopi Muria oleh pengelola Godaang Kopi Muria Teguh Budi Wiyono.

-Advertisement-

Baca juga: Tradisi Wiwit Kopi, Kearifal Lokal yang Hingga Kini Masih Digelar Petani di Lereng Muria

Dalam memtik kopi, peserta juga dibantu petani kopi, pemilik kebun tersebut. Mereka memetik kopi yang berwarna merah dan dikumpulkan di karung. Di kebun seluas 820 meter itu, peserta dilepas untuk memetik kopi sebanyak mungkin.

Ketua Panitia Ummu Najihati Nihla (19) menjelaskan, kegiatan itu untuk belajar tentang Kopi Muria mulai dari panen kopi, mengolah kopi pascapanen dan mencicipi rasa dari kopi Muria.

“Kegiatan safari literasi ini adalah progja dari departemen riset dan humas PMI bersama Goodang Kopi Muria untuk belajar tentang kopi,” jelasnya.

Nihla mengaku sangat senang dan antusias dalam kegiatan tersebut. Ia bisa menikmati keindahan alam yang asri dan menghirup udara sejuk. Dirinya juga dapat belajar jenis-jenis tanaman kopi dan cara pemeliharaannya.

Baca juga: Cerita Aziz Rintis Usaha Kopi Jetak, Naik Sepeda Ontel ke Warung-warung untuk Tawarkan Produknya

“Kita dapat menikmati alam ini, udara yang sejuk, serta dapat mengetahui jenis kopi apa yang ditanam di sini,” beber dia.

Peserta safari literasi Harleta Rahma Adhisa menyebut kegiatan itu cukup menguras tenaga tetapi seru. Dirinya mengaku dari kegiatan ini mendapat pengalaman baru berupa memetik kopi langsung di perkebunan dan menambah kenalan.

“Capek tapi seru juga, soalnya dapat pengalaman baru memetik kopi dan ketemu temen-temen baru,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER