BETANEWS.ID, SOLO – Forum Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20 kembali digelar di Solo pada 5-7 Juli. Forum tersebut akan membahas isu reformasi World Trade Organization (WTO); respons perdagangan, investasi, dan Industri terhadap pandemi serta arsitektur kesehatan global; serta mendorong investasi berkelanjutan dalam rangka pemulihan ekonomi global.
Deputi Bidang Kerja sama Penanaman Modal, Kementerian Investasi BKPM, Riyanto menjelaskan, TIIWG G20 kali ini akan ada empat kegiatan inti. Pertama, welcome dinner di Keraton Kasunanan Surakarta pada 5 Juli 2022.
“Acaranya mulai sore hingga tengah malam. Itu untuk menunjukkan budaya Jawa, budaya Keraton,” jelasnya usai menghadiri Apel Pengamanan G20 di Bentemg Vastenburg Solo, Senin (4/7/2022).
Baca juga: Delegasi G20 Sangat Antusias Melihat Batik, Gibran: ‘Saya Lihat Banyak Banget Penjualannya’
Setelah itu, akan digelar persidangan pada 6 dan 7 Juli yang digelar di Alila Hotel Solo. Pada persidangan tersebut akan dihadiri oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, serta ketua umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), M Arsjad Rasjid.
“Nah, setelah itu nantinya akan ada ada kegiatan yang ketiga yaitu Kirab Budaya di Jalan Slamet Riyadi yang akan diselenggarakan di hari Kamis tanggal 7 Juli 2022,” kata dia.
Pada kirab tersebut akan semakin meriah dengan ditmpilkannya pertunjukan kostum dari Solo Batik Carnnival. Kirab tersebut juga bisa disaksikan oleh masyarakat secara gratis.
Setelah itu, pada sore harinya para delegasi akan disuguhkan dengan pameran produk-produk UMKM unggulan Kota Solo. Adapun pameran tersebut akan digelar di halaman Balai Kota Solo.
“Kemudian dilanjutkan kegiatan yang keempat mulai jam 19.00 sampai jam 21.00 WIB Yang intinya akan menampilkan Bhineka Tunggal Ika Indonesia dari berbagai mulai dari tariannya, kemudian juga ada lagu-lagunya,” kata dia.
Baca juga: Pemulihan Ekonomi Jadi Fokus Pembahasan di Forum TIIWG G20 Sesi Pertama
Riyanto menjelaskan bahwa TIIWG kali ini akan diikuti oleh 106 delegasi yang berasal dari negara anggota. Yang akan hadir secara langsung sebanyak 48 peserta, dan sisanya melalui daring. Total yang menjadi peserta dalam gelaran TIIWG G20 berasal dari 14 negara, ditambah 6 organisasai internasional dan beberapa negara yang diundang.
Dengan digelarnya event berskala internasional tersebut, menurut Riyanto, merupakan sebuah momentum untuk mengenalkan wajah Indonesia kepada dunia dengan beragam kebudayaan yang dimuilikinya.
“Ini merupakan wajah dari Indonesia, bukan hanya wajah Solo, tapi kegiatan ini sebagai bentuk kita harus ramah, kita harus menyelenggarakan dengan sebaik-baiknya,” tandas dia.
Editor: Ahmad Muhlisin

