31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Viral Warga Temulus Wadul Jokowi soal Anaknya Jadi Korban Pengeroyokan, Kapolres Kudus Buka Suara

BETANEWS.ID, KUDUS – Baru-baru ini media sosial dihebohkan adanya sebuah video seorang suami yang didampingi istri dan anaknya meminta pertolongan kepada Presiden Jokowi dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo serta pihak MPR dan DPR RI. Di dalam video berdurasi 46 detik tersebut yang bersangkutan mengaku sebagai warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Dia minta keadilan untuk menindak lanjuti kasus anaknya. Karena pelakunya sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum juga ditangkap.

Baca juga: Cek Ketersediaan Minyak Curah di Pasar, Kapolres Kudus Pastikan Stok Aman

Dalam video itu, pria tersebut mengaku kalau kasus yang menimpa anaknya sudah hampir satu tahun, tapi belum juga terselesaikan. Ia sekeluarga meminta kepada Kapolri supaya menurunkan tim untuk menindak lanjuti kasus anaknya.

Dikonfirmasi ke rumahnya, pembuat video yang kemudian diketahui bernama Muhammad Surachmat (38) membenarkan, bahwa orang di dalam video itu adalah dirinya dan istrinya. Dia membuat video tersebut pada hari Selasa (7/6/2022) dan kemudian diunggahnya di media sosial.

“Saya membuat video itu dan diupload ke media sosial, karena pelaku pengeroyokan anakku belum juga ditangkap. Padahal sudah ditetapkan tersangka,” ujar Surachmat kepada awak media, Rabu (8/6/2022).

Menurutnya, pengeroyokan anaknya dilakukan oleh beberapa orang. Kejadiannya terjadi pada Bulan Desember 2021, di sekitar komplek perkantoran depan Samsat Kudus.

“Kejadiannya malam hari. Pengeroyokan tersebut mangakibatkan anak saya luka parah, bahkan tulang rahangnya bagian kanan patah dan harus dipen serta dirawat di rumah sakit selama 11 hari,” bebernya.

Setelah kejadian, ia pun berinisiatif melaporkan kasus pengeroyokan anaknya ke Polres Kudus. Pada tanggal 24 Mei 2022 ia mendapat surat pemberitahuan dari Polres Kudus. Berisi pemberitahuan tentang pengembangan penyidikan, serta ditetapkannya satu tersangka pada tanggal 7 April 2022.

“Sudah ditetapkan tersangka kok belum juga ditahan, itu yang jadi ganjalan kami. Saya mohon agar tersangka pengeroyok anakku segera ditahan, agar mendapat efek jera,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama mengatakan, bahwa kasus pengeroyokan yang menimpa remaja warga Desa Temulus, Mejobo, Kudus terus berlanjut. Pelaku pengeroyok juga sudah ada yang ditetapkan tersangka.

“Kasusnya lanjut terus. Satu pelaku sudah ditetapkan tersangka. Ini terus masuk penyidikan tahap dua,” ujar pria yang akrab disapa Wiraga saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon.

Disinggung, kenapa tersangka belum juga ditahan, Wiraga menuturkan, tersangka itu ada yang langsung ditahan dan tidak. Terkait belum ditahannya tersangka, hal tersebut sudah melalui pertimbangan penyidik dan kejaksaan.

“Pertimbangannya mungkin tersangka tidak akan melarikan diri, kooperatif dan sebagainya,” jelasnya.

Baca juga: AKBP Wiraga Dimas Tama jadi Kapolres Kudus Gantikan AKBP Aditya Surya Dharma

Selain itu, kata dia, kasus pengeroyokan itu saksinya sangat terbatas. Korban juga mengalami luka parah dan sempat tidak sadarkan diri. Keterangan awal korban juga sering berubah, yang dimungkinkan karena kesehatannya yang belum pulih.

“Kemudian kami bersama kejaksaan pun melakukan gelar perkara. Sehingga kita tetapkan satu tersangka. Intinya kasus ini tetap lanjut dan segera kita limpahkan ke kejaksaan. Jika berkasnya sudah lengkap dan sudah P21, segera kita serahkan ke kejaksaan untuk proses persidangan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER